Mimpi Tommy Fleetwood Juara The Open di Inggris: Masih Hidup meski Tertinggal Lima Pukulan
Baca dalam 60 detik
- Tommy Fleetwood, yang berharap menjadi pemain Inggris pertama yang menjuarai The Open di Inggris sejak 1969, tertinggal lima pukulan dari pemimpin Sam Burns memasuki putaran final.
- Persaingan di Royal Birkdale sangat ketat dengan Burns unggul dua pukulan, sementara Bryson DeChambeau dan beberapa pemain lain masih berpeluang.
- Fleetwood, yang sejak kecil bermimpi memenangi trofi Claret Jug, tetap optimistis meski harus mengejar ketertinggalan di putaran terakhir.

Tommy Fleetwood masih menyimpan asa menjadi pemain Inggris pertama yang menjuarai The Open Championship di tanah kelahirannya sejak Tony Jacklin pada 1969. Namun, pebalap tuan rumah itu harus menghadapi kenyataan pahit setelah tertinggal lima pukulan dari pemimpin klasemen, Sam Burns, menjelang putaran final di Royal Birkdale, Minggu (21/7).
Fleetwood, yang lahir dan besar di Southport, hanya berjarak beberapa kilometer dari Royal Birkdale, menorehkan skor 69 pada putaran ketiga, Sabtu. Dua bogey di akhir putaran membuatnya harus puas berada di posisi lima pukulan di belakang Burns. Pebalap asal Amerika Serikat itu tampil gemilang dengan catatan 65 pukulan, unggul dua pukulan dari Ryan Fox (Selandia Baru) dan Kim Si-woo (Korea Selatan).
Persaingan menuju gelar juara The Open ke-152 ini masih sangat terbuka. Bryson DeChambeau, yang pernah dua kali menjuarai US Open, berada dalam jarak empat pukulan dari Burns setelah menjalani putaran ketiga dengan skor 69. DeChambeau menjadi satu-satunya pemain di dalam 10 besar yang pernah merasakan manisnya gelar major. Situasi ini membuat putaran final diprediksi berlangsung sengit.
Bagi Fleetwood, turnamen ini bukan sekadar ajang olahraga. Sejak kecil, ia sering menyelinap masuk ke Royal Birkdale dan membayangkan dirinya mengangkat trofi Claret Jug. Gambar dirinya memegang trofi itu bahkan terpampang di sisi bus antar-jemput penontonโmeskipun diketahui itu adalah hasil kecerdasan buatan (AI). "Saya sudah memimpikannya hampir setiap hari sejak usia tujuh tahun, dan itu tidak pernah berhenti," ujar Fleetwood. "Hidup adalah tentang bermimpi dan berusaha mewujudkannya."
Bagi penggemar golf di Indonesia, The Open selalu menjadi tontonan menarik karena persaingan para pemain top dunia. Meski tidak ada wakil Asia Tenggara di papan atas, kehadiran Kim Si-woo dari Korea Selatan memberikan warna Asia. Kim, yang pernah menjuarai The Players Championship, menunjukkan konsistensi dengan berada di posisi kedua bersama Fox.
Putaran final akan menjadi ujian bagi Fleetwood untuk mengejar ketertinggalan. Dengan kondisi lapangan yang menantang dan tekanan sebagai pemain tuan rumah, ia harus bermain agresif tanpa kesalahan. Bisakah ia mewujudkan mimpi masa kecilnya? Atau akankah Burns, Fox, atau DeChambeau yang keluar sebagai juara? Jawabannya akan diketahui pada Minggu malam nanti.



