Pidcock Melesat ke Peringkat Empat Usai Aksi Brilian di Etape 13 Tour de France
Baca dalam 60 detik
- Tom Pidcock naik enam posisi ke peringkat keempat klasemen umum setelah finis ketiga di etape 13, lebih dari tujuh menit di depan peloton.
- Mauro Schmid memenangi etape tersebut setelah memanfaatkan turunan panjang untuk melepaskan diri dari grup pelarian.
- Pidcock menunjukkan kebangkitan performa setelah cedera dan masalah kesehatan, membuka peluang meraih kemenangan etape di pekan ketiga.

Tom Pidcock sukses menempati posisi keempat klasemen umum Tour de France 2025 setelah tampil impresif pada etape 13, Jumat (18/7). Pebalap asal Inggris itu finis ketiga di jalur terjal sepanjang 205,8 kilometer dari Dole menuju Belfort, sekaligus memangkas enam peringkat di klasemen umum berkat keunggulan lebih dari tujuh menit atas rombongan utama.
Etape yang merupakan terpanjang di edisi tahun ini dimenangi oleh Mauro Schmid (Jayco-Alula). Pebalap Swiss itu mengalahkan Harold Tejada (XDS-Astana) dalam sprint tipis setelah keduanya memisahkan diri dari grup pelarian pada turunan panjang sekitar 16 kilometer menjelang finis. Pidcock, yang menjadi salah satu favorit sejak pelarian terbentuk, berjuang keras di tanjakan kategori satu Ballon d'Alsace dan akhirnya membawa enam pebalap lain finis hanya dua detik di belakang Schmid dan Tejada.
Bagi Pidcock, hasil ini menjadi angin segar setelah awal pekan yang berat. Pebalap berusia 26 tahun itu sempat mengalami cedera ringan akibat terjatuh di etape 10 dan mengaku kesulitan beradaptasi dengan ritme balap di pekan pertama. Namun, manajer tim Pinarello-Q36.5, Doug Ryder, memuji kegigihan anak asuhnya. "Tom adalah petarung sejati. Ia benar-benar membalikkan keadaan dan membuat balapan semakin seru," ujar Ryder kepada TNT Sports seusai etape.
Di klasemen umum, Pidcock kini tertinggal 4 menit 16 detik dari pemegang jersey kuning Tadej Pogacar (UAE Team Emirates-XRG). Pogacar, yang mengincar gelar kelima untuk menyamai rekor Jacques Anquetil, Eddy Merckx, Bernard Hinault, dan Miguel Indurain, menjalani hari yang tenang di peloton. Jonas Vingegaard (Visma-Lease a Bike) tetap di posisi kedua dengan selisih 3 menit 36 detik, disusul Remco Evenepoel (Red Bull-Bora-Hansgrohe) yang tertinggal 4 menit 5 detik.
Pencapaian Pidcock mengingatkan pada kemenangan gemilangnya di Alpe d'Huez empat tahun silam. Saat itu, banyak pihak memprediksi ia akan menjadi penantang serius jersey kuning. Namun, perbedaan fisiologis dengan pebalap seperti Pogacar dan Vingegaard membuatnya lebih cocok sebagai spesialis etape dan balapan satu hari. Meski begitu, Pidcock tetap menjadi kebanggaan Inggris setelah meraih medali emas Olimpiade di nomor mountain bike dan memenangi sejumlah balapan bergengsi.
Perjalanan karier Pidcock sempat terhambat setelah hengkang dari Ineos Grenadiers secara berlarut-larut. Ia kemudian bergabung dengan Pinarello-Q36.5, di mana Ryder membangun tim yang sesuai dengan kelebihannya. Hasil di Vuelta a Espana tahun laluโfinis ketiga secara keseluruhanโmenunjukkan potensi besar, meski cedera dan penyakit sempat mengganggu persiapannya menuju Tour de France kali ini.
Ryder optimistis Pidcock masih bisa meraih kemenangan etape di pekan ketiga yang akan memasuki pegunungan tinggi. "Kesuksesan di Tour ini adalah kemenangan etape dan hasil klasemen umum yang bagus," katanya. Meskipun peluang untuk naik podium tipis, Pidcock telah membuktikan bahwa ia mampu menjadi "impact rider" yang mampu mengubah dinamika balapan.
Di sisi lain, persaingan jersey hijau masih dikuasai Mads Pedersen (Lidl-Trek) dengan keunggulan 41 poin atas Jasper Philipsen. Etape 14 pada Sabtu (19/7) akan menyajikan tanjakan-tanjakan berat di Pegunungan Voges, yang bisa menjadi panggung baru bagi para pendaki untuk unjuk gigi. Akankah Pidcock kembali mencuri perhatian, atau justru Pogacar semakin memperkuat dominasinya?



