Como Rekrut Bek Muda Barcelona Andres Cuenca dengan Harga Murah
Baca dalam 60 detik
- Como resmi mendatangkan bek tengah Andres Cuenca dari Barcelona dengan biaya โฌ0,5 juta plus klausul penjualan di masa depan.
- Pemain berusia 19 tahun itu merupakan produk akademi La Masia dan baru saja membantu Spanyol juara Piala Eropa U-19.
- Kedatangan Cuenca menjadi bagian dari belanja besar Como setelah lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya.

Como resmi mengumumkan pembelian bek tengah Andres Cuenca dari Barcelona dengan biaya sekitar โฌ0,5 juta (sekitar Rp8,7 miliar) ditambah persentase penjualan di masa depan. Pemain berusia 19 tahun itu menandatangani kontrak hingga Juni 2030, menjadi bagian dari proyek ambisius klub promosi Serie A yang musim depan akan tampil di Liga Champions untuk pertama kalinya.
Cuenca merupakan produk asli akademi La Masia dan sempat dipinjamkan ke Sporting Gijon selama enam bulan. Ia juga menjadi pilar penting di lini belakang timnas Spanyol U-19 yang baru saja menjuarai Piala Eropa U-19. Dengan tinggi badan 186 cm dan kemampuan membangun serangan dari belakang, Cuenca dinilai cocok dengan filosofi pelatih Cesc Fabregas yang menginginkan bek modern.
โAndres adalah bek muda dengan kemampuan teknis tinggi, energi, dan kekuatan. Ia telah melalui perjalanan penting di akademi Barcelona dan melakukan debut di Liga Champions. Kami yakin ia bisa berkembang signifikan dalam proyek kami,โ ujar Fabregas dalam pernyataan resmi klub. Cuenca sendiri mengaku antusias bergabung dengan Como. โKota ini indah dan semua orang menyambut saya dengan hangat. Saya akan memberikan segalanya untuk membantu tim mencapai target,โ katanya.
Transfer Cuenca menjadi bagian dari belanja besar Como yang baru saja promosi ke Serie A dan lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya. Selain Cuenca, Como juga mendatangkan bek kiri Kaiki dari Cruzeiro, gelandang Luis Milla dari Getafe, dan Mattia Liberali dari Catanzaro. Di sisi lain, Como melepas gelandang Yannik Engelhardt ke SC Freiburg dengan nilai โฌ7 juta.
Bagi Barcelona, penjualan Cuenca dengan harga murah ini menimbulkan tanda tanya. Namun, klub asal Katalan itu menyertakan klausul penjualan di masa depan yang bisa memberikan keuntungan jika Cuenca bersinar di Italia. Langkah ini mirip dengan strategi Barcelona yang kerap melepas pemain muda dengan klausul buy-back atau persentase penjualan.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, transfer ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub Italia mulai agresif merekrut talenta muda dari akademi top Eropa. Como, yang dimiliki oleh pengusaha Indonesia, mungkin bisa menjadi jembatan bagi pemain Indonesia untuk merambah Eropa di masa depan. Meski belum ada pemain Indonesia di Como, kehadiran investor Indonesia di klub Serie A membuka peluang kerja sama lebih luas.
Cuenca diharapkan bisa bersaing di lini belakang Como yang musim depan akan menghadapi jadwal padat di Serie A dan Liga Champions. Dengan usia yang masih muda, ia memiliki potensi besar untuk berkembang. Pertanyaannya, akankah Cuenca mampu mengikuti jejak rekan senegaranya yang sukses di Italia, atau justru tenggelam di persaingan ketat Serie A?



