Legenda Kriket Dunia Sir Garfield Sobers Tutup Usia di 89 Tahun
Baca dalam 60 detik
- Sir Garfield Sobers, pemain serba bisa terhebat dalam sejarah kriket, meninggal dunia pada usia 89 tahun.
- Rekor 365 run tanpa tersingkir yang ia buat pada 1958 bertahan selama 36 tahun sebagai skor tertinggi Test.
- Warisan Sobers menginspirasi generasi pemain kriket di Karibia dan dunia, termasuk penggemar di Indonesia.

Dunia kriket kehilangan salah satu ikon terbesarnya. Sir Garfield Sobers, legenda serba bisa asal Hindia Barat, meninggal dunia pada usia 89 tahun. Kabar duka ini disampaikan oleh Cricket West Indies, yang menyebut bahwa "sebuah babak besar telah usai."
Sobers, yang lahir di Bridgetown, Barbados, memulai karier internasionalnya pada usia 17 tahun dan bermain dalam 93 pertandingan Test antara 1954 hingga 1974. Ia mengumpulkan 8.032 run dan mengambil 235 wicket, menjadikannya salah satu pemain paling lengkap dalam sejarah kriket. Prestasi paling monumentalnya adalah mencetak 365 run tanpa tersingkir melawan Pakistan pada 1958, sebuah rekor dunia yang bertahan selama 36 tahun hingga akhirnya dipecahkan oleh Brian Lara pada 1994.
Selain kehebatan dengan bat, Sobers juga dikenal sebagai bowler yang sangat serbaguna. Ia mampu melempar bola dengan gaya spin dan pace, baik menggunakan tangan kiri maupun kanan. Kemampuan ini membuatnya menjadi ancaman bagi lawan dalam berbagai kondisi lapangan. Tidak heran jika Wisden menobatkannya sebagai salah satu dari lima pemain kriket terbaik abad ke-20.
Karier Sobers tidak hanya gemilang di level internasional. Ia juga bermain untuk Nottinghamshire di kriket county Inggris, di mana ia mencatatkan 7.041 run. Pada 1968, ia menjadi pemain pertama yang memukul six dari enam bola dalam satu over di pertandingan kelas satu, sebuah pencapaian yang hingga kini masih dikenang. Nottinghamshire dalam pernyataan resminya menyebut Sobers sebagai "pemain serba bisa terhebat dalam kriket dan figur ikonik dalam sejarah klub."
Bagi penggemar kriket di Indonesia, kepergian Sobers menjadi pengingat akan era keemasan kriket Karibia yang penuh gaya dan dominasi. Meski kriket belum sepopuler di Tanah Air, prestasi Sobers kerap menjadi bahan pembelajaran bagi pemain muda yang mengikuti turnamen internasional. Federasi Kriket Indonesia pun dapat menjadikan dedikasi dan sportivitas Sobers sebagai inspirasi untuk mengembangkan olahraga ini di tingkat nasional.
Pemerintah Inggris melalui tim nasionalnya juga memberikan penghormatan, menyebut Sobers sebagai "salah satu yang terbaik yang pernah bermain." Ia dianugerahi gelar kebangsawanan pada 1975 atas jasanya terhadap kriket. Kini, dengan berpulangnya sang legenda, pertanyaan yang menggantung adalah: akankah ada lagi pemain yang mampu menyamai kelengkapan bakat dan pengaruh Sir Garfield Sobers?



