Gosens Hengkang dari Fiorentina dengan Rasa Pahit: Dicoret Tanpa Penjelasan
Baca dalam 60 detik
- Robin Gosens resmi meninggalkan Fiorentina menuju Schalke 04 dengan status pinjaman dan kewajiban tebus sekitar โฌ2,5 juta, setelah dicoret dari skuad tanpa alasan jelas.
- Pemain berusia 32 tahun itu mengaku tidak memahami keputusan manajemen yang mendadak menepikannya meski masih terikat kontrak hingga 2028.
- Kepergian ini menandai akhir kisah cinta Gosens dengan klub Italia, sekaligus pulang ke klub masa kecilnya di Jerman.

Robin Gosens secara resmi meninggalkan Fiorentina dan bergabung dengan Schalke 04, klub Bundesliga 2 yang menjadi tim favoritnya sejak kecil. Kepergian itu diwarnai kekecewaan mendalam karena ia dipinggirkan secara sepihak oleh manajemen klub Italia tersebut tanpa penjelasan yang memadai.
Bek sayap asal Jerman itu mengaku masih belum memahami alasan di balik keputusan Fiorentina yang mendadak mencoretnya dari skuad utama. Padahal, kontraknya bersama La Viola masih berlaku hingga Juni 2028. Pelatih anyar Fabio Grosso disebut tidak lagi membutuhkan jasanya, bahkan sejak pramusim Gosens sudah diinstruksikan untuk tidak ikut latihan.
Dalam pernyataan perpisahan yang diunggah di media sosial, Gosens menyiratkan rasa sakit hati atas perlakuan yang diterimanya. โSaya tidak pernah membayangkan bab ini akan berakhir seperti ini. Bukan dengan cara ini, bukan dengan dinamika seperti ini,โ tulisnya.
Gosens menegaskan bahwa selama berseragam Fiorentina ia selalu memberikan segalanya, baik di dalam maupun luar lapangan. โSetiap hari saya memberikan hidup saya. Saya selalu bersikap adil terhadap semua orang,โ ujarnya. Namun, keputusan sepihak manajemen membuatnya merasa tidak dihargai. โKlub ingin pemain memiliki identitas, rasa terima kasih, dan usaha. Tapi hal yang sama seharusnya berlaku sebaliknya,โ kritiknya.
Karier Gosens di Italia dimulai pada 2017 ketika bergabung dengan Atalanta. Ia kemudian pindah ke Inter Milan, sempat kembali ke Jerman bersama Union Berlin, lalu kembali ke Serie A bersama Fiorentina pada musim panas 2024. Namun, hanya dalam waktu satu musim, ia harus angkat kaki karena dianggap tidak masuk dalam rencana pelatih.
Bagi Schalke 04, kedatangan Gosens menjadi suntikan pengalaman berharga. Klub yang kini berkompetisi di kasta kedua Bundesliga itu berharap pemain timnas Jerman tersebut mampu membawa stabilitas di lini belakang sekaligus menjadi pemimpin di ruang ganti. Gosens sendiri mengaku senang bisa kembali ke klub yang dicintainya sejak kecil. โNasib membawa saya kembali ke awal. Tempat di mana cinta saya pada olahraga ini dimulai,โ tulisnya.
Kisah Gosens menjadi pengingat bahwa di dunia sepak bola profesional, hubungan antara pemain dan klub bisa berakhir secara tiba-tiba meskipun sudah terjalin ikatan emosional yang kuat. Pertanyaan yang kini mengemuka: mampukah Gosens bangkit dan membuktikan bahwa Fiorentina salah mengambil keputusan?



