Dua Faktor yang Menunda Kepindahan Maxence Lacroix ke Chelsea
Baca dalam 60 detik
- Chelsea menunda perekrutan bek Crystal Palace, Maxence Lacroix, karena fokusnya pada Piala Dunia bersama Prancis dan kebutuhan menjual pemain terlebih dahulu.
- Lacroix, yang menjadi bek terbaik Palace musim lalu dengan rating 7,03, dianggap sebagai solusi lini belakang Chelsea yang inkonsisten.
- Kesepakatan senilai sekitar £60 juta diperkirakan rampung setelah Chelsea menyelesaikan penjualan pemain dan Lacroix bebas dari tugas internasional.

Chelsea masih menahan langkah untuk merekrut bek tengah Crystal Palace, Maxence Lacroix, meskipun negosiasi telah berlangsung selama beberapa pekan. Dua faktor utama menjadi penghambat: komitmen Lacroix membela Prancis di Piala Dunia dan kebutuhan Chelsea untuk menjual pemain sebelum menambah amunisi baru.
Lacroix, 26 tahun, tampil impresif bersama Palace musim 2025/2026. Ia menjadi pemain lapangan dengan rating tertinggi di klubnya (7,03) dan mencatatkan rata-rata 7,2 sapuan per laga—terbanyak di Liga Primer bersama Virgil van Dijk. Kecepatan, kekuatan duel satu lawan satu, serta kemampuannya bertahan di area tinggi membuatnya incaran utama Chelsea di bawah arahan pelatih baru Xabi Alonso.
Namun, menurut jurnalis Chelsea Simon Phillips via Substack-nya, negosiasi melambat karena dua alasan. Pertama, Lacroix masih fokus membela Prancis di Piala Dunia, yang masih menyisakan laga perebutan tempat ketiga melawan Inggris. Chelsea enggan mengganggu konsentrasi pemain selama turnamen berlangsung. Kedua, klub asal London barat itu ingin melepas lebih banyak pemain terlebih dahulu—termasuk Trevoh Chalobah, Axel Disasi, dan Benoit Badiashile—untuk memberi ruang di skuad dan anggaran gaji.
Penjualan Andrey Santos ke Manchester United menjadi awal dari strategi Chelsea yang mengaitkan belanja besar dengan pemasukan dari penjualan. Crystal Palace sendiri tidak terdesak secara finansial untuk melepas Lacroix, sehingga mereka bisa menawar harga tinggi. Chelsea pun memilih menunggu momen yang tepat untuk bergerak agresif.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, saga transfer ini menarik karena menunjukkan dinamika bursa transfer klub besar Eropa. Chelsea, yang kerap menjadi sorotan karena kebijakan transfernya yang agresif, kali ini harus bersabar. Sementara itu, Lacroix—yang belum banyak dikenal publik Indonesia—berpotensi menjadi salah satu bek tengah terbaik Liga Primer jika kepindahan ini terealisasi.
Menurut Phillips, kesepakatan personal dengan Lacroix tidak menjadi masalah. Sang pemain dikabarkan antusias bergabung setelah pembicaraan positif. Namun, kesepakatan dengan Palace baru akan menjadi prioritas setelah Chelsea merampungkan penjualan pemain. Diperkirakan negosiasi akan memanas setelah akhir pekan, dengan nilai transfer sekitar £60 juta.
Dengan Alonso yang ingin membangun pertahanan tangguh untuk bersaing di level tertinggi, Lacroix tetap menjadi target utama. Pertanyaannya, mampukah Chelsea menyelesaikan penjualan pemain tepat waktu, atau Palace akan memanfaatkan situasi untuk menaikkan harga?



