Trump Akhirnya Hadir di Final Piala Dunia 2026 Setelah Lewati 102 Laga
Baca dalam 60 detik
- Presiden AS Donald Trump dipastikan menghadiri final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol, setelah absen di seluruh pertandingan sebelumnya termasuk lima laga timnas AS.
- Keputusan ini memicu spekulasi tentang prioritas politik di tengah sorotan publik, namun FIFA menilai kehadiran presiden tuan rumah adalah tradisi yang wajar.
- Bagi Indonesia, momen ini menegaskan pentingnya diplomasi olahraga dan potensi kerja sama sepak bola dengan negara tuan rumah di masa depan.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dipastikan akan menyaksikan langsung partai final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Argentina melawan Spanyol di Stadion MetLife, New Jersey, pada Minggu (19/7). Kepastian ini disampaikan Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, setelah Trump melewatkan 102 pertandingan sebelumnyaโtermasuk lima laga yang dilakoni timnas AS.
Kehadiran Trump di laga pamungkas menjadi sorotan karena selama turnamen berlangsung, ia sama sekali tidak terlihat di tribun stadion. Padahal, Amerika Serikat menjadi salah satu tuan rumah bersama Kanada dan Meksiko. Leavitt menyebut keputusan Trump hadir di final sebagai "penutup yang pas" untuk turnamen yang telah menunjukkan kemampuan Amerika dalam menyelenggarakan pesta sepak bola global. "Kami menantikan pertandingan final pada hari Minggu, dan saya tahu presiden menantikan untuk hadir," ujarnya.
Selain menyaksikan laga, Trump juga dijadwalkan menyerahkan trofi kepada kapten tim juara bersama Presiden FIFA, Gianni Infantino. Infantino mengonfirmasi rencana tersebut dalam wawancara dengan Blue Sport, stasiun televisi olahraga Swiss. Menurutnya, tradisi ini sudah lazim dilakukan di setiap final Piala Dunia. "Presiden negara tuan rumah selalu memberikan trofi bersama presiden FIFA. Itu sudah menjadi rencana sejak awal," kata Infantino.
Infantino juga mengungkapkan bahwa Trump mengikuti perkembangan Piala Dunia melalui siaran televisi dan menikmati pertandingan-pertandingan yang berlangsung. "Kami berkomunikasi secara rutin, hampir setiap hari. Dia senang dan benar-benar menikmati turnamen ini," ungkap Infantino. Namun, ia mengakui bahwa kehadiran Trump di banyak pertandingan justru bisa menimbulkan sorotan negatif. "Saya kira dia masih memiliki banyak urusan lain. Jika dia hadir di stadion, orang akan bertanya, 'Apa yang dia lakukan di stadion ketika banyak hal terjadi di dunia?'," tambahnya.
Keputusan Trump untuk hanya hadir di final memunculkan pertanyaan tentang prioritas politik di tengah hiruk-pikuk agenda kenegaraan. Namun, Infantino menegaskan bahwa pemerintah AS telah bekerja dengan baik dalam menyukseskan Piala Dunia. "Saya selalu berhubungan dengannya dan pemerintahannya, yang melakukan pekerjaan luar biasa dengan Piala Dunia ini," puji Infantino.
Bagi Indonesia, momen ini menjadi pengingat akan potensi diplomasi olahraga dalam memperkuat hubungan bilateral. Kehadiran kepala negara di ajang olahraga global bukan sekadar seremoni, melainkan juga simbol soft power yang dapat membuka peluang kerja sama di berbagai sektor. Indonesia, yang tengah giat mengembangkan sepak bola nasional, bisa memetik pelajaran dari bagaimana Amerika Serikat memanfaatkan Piala Dunia sebagai panggung diplomasi. Apakah kehadiran Trump di final akan menjadi preseden bagi pemimpin negara lain untuk lebih aktif terlibat dalam event olahraga internasional?



