RB Leipzig Rekrut Bek Burnley Maxime Estève dengan Kontrak Lima Tahun
Baca dalam 60 detik
- RB Leipzig resmi mendatangkan bek tengah Maxime Estève dari Burnley dengan kontrak berdurasi lima tahun.
- Pemain 24 tahun itu telah mengoleksi 50 penampilan Premier League dan membantu Burnley promosi ke kasta tertinggi Inggris.
- Estève menjadi rekrutan ketiga Leipzig musim panas ini di tengah persiapan menuju Liga Champions 2026/27.

RB Leipzig memastikan perekrutan bek tengah Maxime Estève dari Burnley dengan kontrak lima tahun, memperkuat lini pertahanan mereka menjelang musim baru. Pemain 24 tahun yang pernah membela timnas Prancis U-23 itu diikat hingga 2030, menjadi bagian dari rencana ambisius klub Bundesliga tersebut.
Estève telah mencatatkan 50 penampilan di Premier League bersama Burnley, termasuk 34 laga pada musim lalu. Sebelumnya, ia juga berpengalaman di Championship Inggris dan Ligue 1 bersama Montpellier. "Saya sangat senang menjadi pemain RB Leipzig. Klub ini identik dengan sepak bola intens, berani, pengembangan, dan ambisi besar. Itulah yang saya inginkan," ujar Estève dalam pernyataan resmi klub.
Selama dua setengah tahun di Burnley, Estève menjadi favorit penggemar dengan 100 penampilan dan berperan membawa klub promosi kembali ke Premier League pada akhir musim 2024/25. Bek tengah asal Prancis itu bahkan sempat menjadi kapten tim pada beberapa kesempatan musim lalu. Direktur Olahraga Leipzig, Marcel Schäfer, menilai Estève sebagai rekrutan krusial. "Maxime berpikir menyerang, kuat dalam tekel, komunikatif, dan membawa banyak energi ke lapangan," kata Schäfer.
Estève menjadi rekrutan ketiga Leipzig pada bursa transfer musim panas ini, setelah Rocco Reitz dan Ota Yanamoto. Yanamoto rencananya akan dipinjamkan ke RB Omiya di Jepang. Leipzig juga tengah bersiap di bawah pelatih anyar Martín Demichelis yang menggantikan Ole Werner pada Juni lalu. Selain berlaga di Bundesliga dan DFB Pokal, Leipzig akan tampil di Liga Champions 2026/27 setelah finis ketiga musim lalu.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan Leipzig di bursa transfer patut dicermati. Klub asal Jerman ini kerap menjadi batu loncatan pemain muda ke level lebih tinggi, mirip dengan peran klub-klub Eropa lain dalam mengorbitkan talenta Asia. Meski belum ada pemain Indonesia yang merumput di Leipzig, tren perekrutan pemain internasional seperti Estève menunjukkan keseriusan klub dalam membangun skuad kompetitif untuk Liga Champions.
Kehadiran Estève diharapkan dapat menstabilkan pertahanan Leipzig yang musim lalu kebobolan 39 gol di Bundesliga. Dengan pengalamannya di Inggris dan Prancis, ia dianggap mampu beradaptasi cepat dengan gaya bermain Demichelis. Pertanyaannya, mampukah Estève mengisi kekosongan yang ditinggalkan pemain seperti Josko Gvardiol? Atau justru ia akan menjadi pilar baru di lini belakang Leipzig?



