Inter Milan Kejar Bek Tottenham Djed Spence, Liverpool dan Newcastle Jadi Saingan Berat
Baca dalam 60 detik
- Inter Milan serius mendekati Djed Spence untuk mengisi pos bek kanan setelah gagal merekrut dua target sebelumnya.
- Liverpool, Newcastle, dan Everton juga mengincar pemain 25 tahun yang tidak masuk rencana De Zerbi di Tottenham.
- Inter berharap bisa menekan harga Tottenham yang membanderol Spence โฌ35-40 juta, namun persaingan dari Premier League sangat ketat.

Inter Milan harus menghadapi persaingan sengit dari klub-klub Premier League untuk mendapatkan tanda tangan bek kanan Tottenham Hotspur, Djed Spence. Klub raksasa Italia itu menjadikan pemain berusia 25 tahun tersebut sebagai prioritas utama setelah dua kali gagal mendatangkan pengganti Denzel Dumfries yang hengkang ke Real Madrid.
Menurut laporan TEAMtalk yang dikutip CalcioMercato.it, Inter sudah melakukan pendekatan langsung ke agen Spence. Pemain yang juga pernah membela Genoa itu disebut setuju pindah ke Giuseppe Meazza. Namun, Tottenham membanderolnya dengan harga โฌ35-40 juta, angka yang cukup tinggi bagi klub Serie A yang sedang berhemat.
Spence tidak masuk dalam rencana pelatih Tottenham, Roberto De Zerbi, dan kontraknya masih berlaku hingga 2029. Situasi ini membuat Spurs terbuka untuk melepasnya, tetapi mereka tidak akan memberikan diskon besar. Inter berharap bisa menegosiasikan harga yang lebih rendah, mengingat pemain tersebut jarang dimainkan.
Masalahnya, Inter tidak sendirian. Liverpool, Newcastle United, dan Everton juga memantau situasi Spence. Ketiga klub Premier League itu memiliki daya beli lebih kuat dan bisa menawarkan gaji lebih tinggi. Bagi Inter, bersaing dengan klub sekaya Liverpool dan Newcastle menjadi tantangan tersendiri.
Kegagalan Inter mendatangkan Marco Palestra dari Chelsea dan Anan Khalaili yang batal karena masalah administratif membuat mereka harus bergerak cepat. Palestra memilih Chelsea, sementara Khalaili tidak mendapat izin olahraga dari CONI. Kini, Spence menjadi opsi utama, tetapi waktu terus berjalan.
Bagi pengamat sepak bola Italia, perburuan ini mengingatkan pada kesulitan Inter di bursa transfer. Setelah kehilangan Dumfries, mereka butuh pemain yang bisa langsung beradaptasi. Spence dianggap fleksibel karena bisa bermain di beberapa posisi di lini belakang, nilai plus bagi pelatih Cristian Chivu.
Namun, jika Inter gagal lagi, mereka mungkin harus mencari opsi lain di Eropa atau memanfaatkan pemain muda. Persaingan dengan klub Premier League menunjukkan betapa sulitnya klub Italia bersaing secara finansial. Akankah Inter mampu meyakinkan Tottenham dan mengalahkan Liverpool? Atau Spence akan memilih kembali ke Inggris?



