Perburuan Summerville Memanas: Aston Villa Siap Bajak Tawaran Roma
Baca dalam 60 detik
- Aston Villa berupaya menggagalkan kesepakatan AS Roma dengan mengajukan tawaran untuk pemain sayap West Ham, Crysencio Summerville.
- Summerville, yang tampil gemilang di Piala Dunia 2026 bersama Belanda, menjadi rebutan sejumlah klub top Inggris dan Italia.
- West Ham enggan melepas pemainnya di bawah £50 juta, sementara Villa harus mempertimbangkan aturan Financial Fair Play.

Persaingan merebut tanda tangan Crysencio Summerville memasuki babak baru. Aston Villa dilaporkan siap menghadang langkah AS Roma yang lebih dulu mengajukan penawaran resmi untuk pemain sayap West Ham United itu. Pemain timnas Belanda berusia 24 tahun ini menjadi salah satu buruan paling diminati di bursa transfer musim panas setelah penampilannya yang impresif di Piala Dunia 2026.
Menurut laporan Sky Italia, Roma telah menyiapkan dana sebesar €48 juta atau setara £40 juta untuk memboyong Summerville. Namun, Villa yang juga membutuhkan amunisi baru di lini sayap tak tinggal diam. Klub asal Birmingham itu disebut-sebut memiliki hubungan khusus dengan sang pemain karena agen Summerville juga menangani Lamare Bogarde, bek muda Villa. Faktor ini bisa menjadi keunggulan tersendiri dalam negosiasi.
Summerville sendiri baru kembali dari Miami pada Kamis lalu dan dijadwalkan segera menentukan masa depannya. Selain Villa dan Roma, Tottenham Hotspur dan Manchester United juga dikabarkan tertarik. Jurnalis Ben Jacobs mengonfirmasi bahwa Spurs dan Setan Merah sama-sama memantau situasi pemain yang pernah membela Leeds United tersebut. "Sekarang dia sudah kembali dari Piala Dunia, saya pikir kepergiannya sangat mungkin terjadi," ujar Jacobs.
West Ham sebenarnya tidak dalam tekanan finansial untuk menjual. Namun, keinginan Summerville untuk tetap bermain di level tertinggi menjadi pertimbangan utama. Klub asal London itu baru saja terdegradasi dari Premier League, dan sang pemain enggan berkompetisi di Championship. Meski demikian, manajemen West Ham diperkirakan tidak akan melepas pemainnya dengan harga di bawah £50 juta. Angka tersebut menjadi tantangan bagi Villa yang masih harus berhati-hati dengan aturan Financial Fair Play.
Dari segi permainan, Summerville menawarkan kecepatan dan kemampuan dribel yang mumpuni. Rata-rata 1,9 dribel sukses per 90 menit di Premier League musim lalu menempatkannya di peringkat kedua dalam skuad West Ham. Namun, ia masih perlu meningkatkan penyelesaian akhir setelah menyia-nyiakan tujuh peluang emas. Meski begitu, performanya di Piala Dunia—dengan dua gol dan dua assist—menunjukkan potensi besarnya sebagai pemain sayap modern.
Bagi Aston Villa, merekrut Summerville bisa menjadi pernyataan ambisi. Pelatih Unai Emery disebut ingin menambah opsi di sisi kanan serangan, area yang selama ini diisi oleh John McGinn atau Emiliano Buendía. Kegagalan mendatangkan Evann Guessand yang kemudian dipinjamkan ke Crystal Palace membuat kebutuhan akan pemain sayap semakin mendesak. Summerville, dengan pengalaman internasional dan usia yang masih muda, dinilai cocok untuk mengisi peran tersebut.
Di tengah hiruk-pikuk bursa transfer, keputusan Summerville akan menjadi penentu. Apakah ia akan memilih tantangan baru di Liga Italia bersama Roma, atau tetap bertahan di Premier League dengan bergabung ke Villa, Tottenham, atau Manchester United? Yang jelas, West Ham berada di posisi yang cukup kuat untuk menegosiasikan harga terbaik. Pertanyaannya, sejauh mana klub-klub peminat bersedia memenuhi permintaan The Hammers?



