Tuchel Gagal Penuhi Ekspektasi, Tapi Masanya Belum Berakhir: Analisis Alan Shearer
Baca dalam 60 detik
- Thomas Tuchel gagal membawa Inggris ke final Piala Dunia setelah kalah 2-1 dari Argentina, memicu kritik terhadap taktiknya.
- Meski demikian, kontrak Tuchel diperpanjang hingga 2028, dan ia dianggap masih layak memimpin tim menuju Euro 2028 yang akan dihelat di Inggris.
- Alan Shearer menilai Inggris perlu perbaikan di posisi striker dan keseimbangan skuad, namun optimisme tetap ada karena semangat tim yang tinggi.

Kekalahan Inggris 1-2 dari Argentina di semifinal Piala Dunia memupus harapan publik yang menuntut gelar juara, namun legenda sepak bola Alan Shearer menilai pelatih Thomas Tuchel seharusnya tetap dipertahankan. Menurut Shearer, kegagalan itu bukan alasan untuk mengakhiri masa bakti Tuchel yang baru memperpanjang kontrak hingga 2028.
Tuchel diangkat pada Januari 2025 dengan misi memutus puasa gelar Inggris sejak 1966. Namun, dalam laga krusial melawan Argentina, keputusannya untuk bermain bertahan setelah unggul justru menjadi bumerang. "Kami memberi terlalu banyak penguasaan bola kepada tim sekelas Argentina, dan memberikan kebebasan kepada Lionel Messi untuk berkreasi," ujar Shearer dalam kolomnya di BBC Sport.
Shearer, yang menjadi komentator sepanjang turnamen, menyoroti inkonsistensi taktik Tuchel. Saat Argentina menekan di 30 menit akhir, Tuchel justru mengulang pola defensif yang sempat berhasil saat melawan Meksiko dengan 10 pemain. "Itu keputusan yang salah dan menghancurkan peluang kami ke final," tegasnya.
Meski kecewa, Shearer menolak tuntutan pemecatan. Ia mengingatkan bahwa Tuchel telah membuktikan diri di level klub dan memiliki pengalaman menangani tekanan. "Dia tidak naif. Kritik akan semakin deras, tapi itu tidak akan menggoyahkannya," tulis Shearer. Ia juga menunjuk kemenangan heroik atas Meksiko di babak 16 besar sebagai bukti potensi tim.
Bagi Indonesia, kegagalan Inggris ini menjadi pelajaran tentang pentingnya konsistensi taktik di turnamen besar. Timnas Indonesia sendiri tengah membangun skuad muda dengan target jangka panjang, dan kasus Tuchel mengingatkan bahwa kesabaran terhadap pelatih asing kerap diperlukan meski hasil instan tak tercapai.
Shearer memprediksi Tuchel akan melakukan tiga hingga empat perubahan di skuad untuk kualifikasi Euro 2028. Ia menyoroti posisi striker sebagai titik lemah setelah Harry Kane yang menua. "Saya bertanya, di mana striker-striker kita yang siap menggantikannya?" tulisnya.
Dengan Euro 2028 yang sebagian besar digelar di Inggris, Shearer optimistis Tuchel bisa memperbaiki kesalahan. "Kami melihat betapa dekatnya kami saat menjadi tuan rumah pada 2021, mencapai final. Mimpi itu tidak akan pudar sampai kami benar-benar melewati garis akhir," pungkasnya.



