Dassault Systemes Incar Akuisisi ArisGlobal Senilai Rp 31 Triliun
Baca dalam 60 detik
- Pembuat perangkat lunak asal Prancis, Dassault Systemes, dikabarkan sedang dalam negosiasi untuk mengakuisisi ArisGlobal, perusahaan pengembang perangkat uji klinis, dengan nilai sekitar US$2 miliar.
- Akuisisi ini akan menjadi yang terbesar kedua bagi Dassault setelah pembelian Medidata Solutions senilai US$5,8 miliar pada 2019, memperkuat posisinya di sektor ilmu hayati.
- Kesepakatan belum final dan bisa gagal, namun langkah ini menunjukkan pergeseran strategi Dassault yang mulai meninggalkan ketergantungan pada industri otomotif dan dirgantara.

Dassault Systemes, raksasa perangkat lunak asal Prancis, dikabarkan tengah menjajaki akuisisi ArisGlobal, perusahaan pengembang perangkat lunak uji klinis yang dimiliki oleh Nordic Capital, dengan nilai transaksi mencapai US$2 miliar atau sekitar Rp 31 triliun. Laporan Financial Times pada Kamis (16/7) mengutip sumber yang dekat dengan proses negosiasi mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi ekspansi Dassault ke ranah ilmu hayati.
Jika terealisasi, akuisisi ini akan menjadi yang terbesar kedua dalam sejarah Dassault Systemes setelah pembelian Medidata Solutions senilai US$5,8 miliar pada 2019. Medidata sendiri merupakan pemimpin pasar dalam perangkat lunak uji klinis, dan penambahan ArisGlobal akan semakin memperkuat portofolio Dassault di sektor kesehatan yang tengah bertumbuh pesat. Menurut analis, langkah ini menunjukkan ambisi Dassault untuk menjadi pemain dominan dalam digitalisasi riset klinis global.
Namun, Financial Times mengingatkan bahwa kesepakatan ini belum memasuki tahap final. Sumber menyebutkan bahwa negosiasi masih bisa berantakan kapan saja, mengingat kompleksitas transaksi lintas negara dan regulasi yang ketat di sektor farmasi. Dassault Systemes, ArisGlobal, dan Nordic Capital belum memberikan tanggapan resmi hingga berita ini diturunkan.
Keputusan Dassault untuk mengakuisisi perusahaan perangkat lunak uji klinis tidak terlepas dari tekanan yang dihadapi bisnis utamanya. Selama beberapa tahun terakhir, Dassault yang dikenal sebagai pemasok perangkat lunak untuk industri otomotif, dirgantara, dan manufaktur, mengalami perlambatan akibat penurunan penjualan mobil global. Perusahaan pun mulai beralih ke kecerdasan buatan (AI) dan pusat data untuk mendorong pertumbuhan. Akuisisi di bidang ilmu hayati dinilai sebagai langkah diversifikasi yang cerdas di tengah lesunya sektor tradisional.
Bagi Indonesia, perkembangan ini memiliki implikasi menarik. Industri farmasi dan riset klinis di Tanah Air terus berkembang, dengan banyak perusahaan lokal yang mulai mengadopsi perangkat lunak uji klinis untuk mempercepat pengembangan obat. Jika Dassault berhasil mengakuisisi ArisGlobal, bukan tidak mungkin mereka akan memperluas jangkauan ke pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Hal ini bisa membuka peluang bagi perusahaan farmasi Indonesia untuk mengakses teknologi uji klinis yang lebih canggih dan terintegrasi.
Di sisi lain, konsolidasi di sektor perangkat lunak uji klinis global juga menimbulkan kekhawatiran akan dominasi pasar oleh segelintir pemain besar. Saat ini, Medidata dan ArisGlobal adalah dua dari sedikit perusahaan yang menguasai pangsa pasar signifikan. Jika digabung di bawah naungan Dassault, daya tawar mereka terhadap perusahaan farmasi dan lembaga riset bisa semakin kuat, berpotensi menaikkan biaya lisensi perangkat lunak di masa depan.
Pertanyaan yang kini mengemuka adalah: apakah Dassault akan mampu mengintegrasikan ArisGlobal dengan Medidata tanpa menimbulkan benturan budaya perusahaan? Dan bagaimana regulator antimonopoli di Eropa dan Amerika Serikat akan menyikapi akuisisi ini? Jawabannya mungkin baru akan terlihat dalam beberapa bulan ke depan, seiring berlanjutnya negosiasi antara kedua pihak.



