Gelombang Panas Eropa Dongkrak Penjualan AC Midea Buatan China
Baca dalam 60 detik
- Midea PortaSplit, AC portabel yang memenuhi regulasi Eropa, ludes terjual dan dihargai dua kali lipat di pasar gelap.
- Penjualan Midea di Prancis, Jerman, Spanyol, dan Inggris melonjak lebih dari 70% dibanding tahun lalu.
- Fenomena ini menandai pergeseran citra produk China dari murah berkualitas rendah menjadi inovasi modern.

Gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa musim panas ini telah memicu lonjakan permintaan terhadap pendingin ruangan, terutama produk buatan China. Midea, produsen elektronik asal Negeri Tirai Bambu, mencatat penjualan yang meroket berkat inovasi AC portabel bernama PortaSplit yang dirancang khusus untuk memenuhi aturan ketat di Eropa.
PortaSplit menjadi primadona karena desainnya yang memungkinkan pemasangan tanpa perlu mengebor dinding atau mengubah fasad bangunanโsebuah solusi krusial di kota-kota Eropa yang memiliki peraturan pelestarian sejarah yang ketat. Unit outdoor yang ringan bisa diletakkan di ambang jendela, membuatnya kompatibel dengan hampir semua tipe jendela di Eropa.
Akibat tingginya permintaan, unit PortaSplit kerap habis dalam hitungan jam setelah masuk toko. Di situs jual-beli daring, harganya melambung hingga dua atau tiga kali lipat dari harga eceran sekitar โฌ750. Bahkan, muncul situs khusus pelacak ketersediaan bernama MideaFinder yang membantu konsumen mencari stok.
Fenomena ini tidak hanya terjadi di kalangan konsumen biasa. Denis Yurchak, warga Wina, mengaku langsung jatuh hati setelah membaca ulasan daring dan forum diskusi. Ia menyebut ada semacam "kultus" terhadap Midea. Selama puncak gelombang panas, ia menyalakan AC hampir 24 jam sehari. Pengalaman serupa dialami Steven Scholtysek, insinyur Jerman yang tinggal di apartemen loteng. Ia mengaku kualitas PortaSplit setara dengan produk Eropa, bahkan memutuskan membeli saham Midea sebagai bentuk kepercayaan.
Namun, penggunaan AC secara massal menuai kritik dari pegiat lingkungan. Menurut laporan 2024, AC bertanggung jawab atas 7% konsumsi listrik dunia dan 2,7% emisi karbon dioksida. Beberapa pihak khawatir panas yang dikeluarkan AC justru memperparah suhu di area padat penduduk. Meski demikian, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kantor Eropa menekankan pentingnya AC untuk melindungi kelompok rentan, seraya merekomendasikan pendekatan yang bijak.
Bagi Indonesia, tren ini memberikan pelajaran berharga. Dengan iklim tropis dan populasi besar, pasar AC di dalam negeri sangat potensial. Produsen lokal dapat belajar dari strategi Midea yang menggabungkan inovasi desain, kepatuhan regulasi, dan citra merek modern. Keberhasilan Midea juga menunjukkan bahwa label "Made in China" tidak lagi identik dengan produk murah dan berkualitas rendah, melainkan mampu bersaing di segmen premium.
Ke depan, persaingan di pasar AC Eropa diprediksi semakin ketat. Midea berencana terus berinvestasi dalam riset dan pengembangan untuk memenuhi kebutuhan konsumen Eropa. Pertanyaannya, akankah produsen Indonesia mampu meniru jejak Midea dan merebut pangsa pasar global?



