SpaceX Gagal Luncurkan Starship: Mesin Mati Detik-Detik Terakhir
Baca dalam 60 detik
- Raksasa antariksa SpaceX, Starship, batal lepas landas dalam uji terbang ke-13 karena sebagian mesinnya gagal menyala.
- Roket setinggi 124 meter itu membawa 20 satelit Starlink canggih yang rencananya akan diorbitkan dalam misi selama satu jam.
- Kegagalan ini menunda ambisi NASA yang mengandalkan Starship untuk mendaratkan astronaut di Bulan dalam beberapa tahun ke depan.

SpaceX untuk sementara harus menunda ambisinya mengirim roket raksasa Starship ke luar angkasa setelah mesin-mesinnya gagal menyala beberapa detik sebelum lepas landas, Kamis (17/7). Perusahaan milik Elon Musk itu mengonfirmasi bahwa sebagian dari 33 mesin utama tidak aktif, memaksa sistem menghentikan hitung mundur secara otomatis.
Uji terbang yang seharusnya menjadi misi ke-13 Starship ini direncanakan membawa roket setinggi 124 meter itu meluncur setengah keliling Bumi. Namun, kegagalan teknis membuat rokok terbesar dan terkuat di dunia itu tetap diam di landasan peluncuran di Boca Chica, Texas. โKami harus mencari tahu apa yang salah sebelum mencoba lagi,โ kata juru bicara SpaceX dalam pernyataan resmi.
Misi kali ini membawa muatan khusus: 20 satelit Starlink generasi terbaru yang dirancang untuk berkomunikasi dengan satelit yang sudah mengorbit sambil memotret perisai panas Starship. Satelit-satelit ini merupakan bagian dari upaya SpaceX memperluas jaringan internet global. Baik pendorong tahap pertama maupun wahana antariksa tidak dirancang untuk dipulihkan; keduanya direncanakan jatuh ke laut setelah misi.
Kegagalan ini menjadi pukulan bagi jadwal ambisius NASA yang menggantungkan harapan pada Starship untuk misi pendaratan astronaut di Bulan dalam beberapa tahun mendatang. Badan antariksa AS telah memilih Starship sebagai wahana pendarat untuk program Artemis, yang menargetkan pendaratan manusia di kutub selatan Bulan pada 2027. Setiap penundaan uji terbang berpotensi menggeser kalender misi tersebut.
Bagi Indonesia, perkembangan ini relevan mengingat ketergantungan negara pada layanan internet satelit Starlink yang mulai beroperasi di Tanah Air. Satelit-satelit baru yang gagal diluncurkan itu seharusnya meningkatkan kapasitas dan kecepatan jaringan, terutama di daerah terpencil. Jika SpaceX terus mengalami kendala teknis, perluasan layanan Starlink di Indonesia bisa terhambat.
Para analis antariksa menilai bahwa kegagalan mesin pada detik-detik akhir merupakan skenario yang paling merepotkan karena memerlukan investigasi menyeluruh sebelum peluncuran berikutnya. โSpaceX harus memeriksa sistem propulsi secara detail, termasuk kemungkinan masalah pada katup atau sensor,โ ujar seorang pakar yang enggan disebut namanya. Proses ini bisa memakan waktu berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.
Ke depan, SpaceX dihadapkan pada tekanan untuk membuktikan keandalan Starship, tidak hanya untuk kepentingan komersial tetapi juga untuk misi berawak NASA. Pertanyaan besarnya: mampukah Elon Musk memperbaiki masalah ini tanpa mengorbankan ambisi waktu yang sudah ketat?



