Jepang Rotasi Barisan Depan demi Kunci Kemenangan atas Prancis
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Eddie Jones melakukan tiga perubahan di barisan depan untuk laga Nations Championship melawan Prancis, dengan menaikkan pemain cadangan menjadi starter.
- Jones menilai pertarungan di lini depan akan menjadi faktor penentu hasil pertandingan, sehingga rotasi ini dilakukan untuk memperkuat area krusial tersebut.
- Pertandingan ini menjadi ujian bagi Jepang untuk membuktikan perkembangan rugby mereka di level internasional, sekaligus ajang pemanasan menuju Piala Dunia 2027.

Pelatih tim nasional rugby Jepang, Eddie Jones, melakukan perombakan signifikan di barisan depan untuk menghadapi Prancis dalam lanjutan Nations Championship yang akan digelar di Tokyo, Sabtu (17/7). Tiga pemain yang sebelumnya duduk di bangku cadangan saat melawan Irlandia pekan lalu kini ditunjuk sebagai starter, menandai strategi agresif Jones untuk merebut kemenangan perdana di turnamen bergengsi tersebut.
Jones menaikkan prop Keijiro Tamefusa dan Sojiro Otsuka serta hooker Hayate Era ke dalam susunan pemain utama. Keputusan ini diambil setelah ia mengamati kelemahan lini depan Jepang saat dikalahkan Irlandia. โPertarungan di barisan depan akan menjadi kunci melawan Prancis, dan saya yakin itu akan menentukan hasil pertandingan,โ ujar Jones saat mengumumkan skuad pada Kamis (15/7).
Perubahan tidak berhenti di situ. Di lini belakang, Samisoni Tua menggantikan Yuya Hirose sebagai centre, sementara Kippei Ishida mengisi posisi sayap yang ditinggalkan Taira Main. Di sektor pemain longgar, Esei Haangana masuk menggantikan Kanji Shimokawa. Total ada enam perubahan dari tim yang diturunkan pekan lalu, menunjukkan bahwa Jones tidak segan melakukan eksperimen demi mencari komposisi terbaik.
Pertandingan melawan Prancis menjadi ujian berat bagi Jepang. Prancis saat ini berada di peringkat kedua dunia, sementara Jepang bertengger di peringkat ke-14. Namun, Jones optimistis bahwa perubahan di barisan depan dapat menjadi pembeda. โKami harus mendominasi scrum dan lineout jika ingin mengimbangi kekuatan fisik mereka,โ tambahnya.
Bagi penggemar rugby di Indonesia, laga ini menarik untuk disimak karena Jepang merupakan salah satu kekuatan rugby Asia yang kerap menjadi tolok ukur. Keberhasilan Jepang mengalahkan Prancis akan menjadi sinyal positif bagi perkembangan rugby di kawasan, termasuk Indonesia yang tengah giat membangun infrastruktur olahraga tersebut. Selain itu, Nations Championship menjadi ajang pemanasan bagi Jepang menuju Piala Dunia 2027 yang akan digelar di Australia.
Susunan pemain Jepang untuk laga melawan Prancis: Takuro Matsunaga (fullback), Kazuma Ueda (sayap), Dylan Riley (centre), Samisoni Tua (centre), Kippei Ishida (sayap), Ryunosuke Ito (fly-half), Naoto Saito (scrum-half), Jack Cornelsen (nomor 8), Ben Gunter (flanker), Esei Haangana (flanker), Warner Dearns (kapten, lock), Harry Hockings (lock), Keijiro Tamefusa (prop), Hayate Era (hooker), Sojiro Otsuka (prop). Cadangan: Kenji Sato, Takato Okabe, Izi Sword, Michael Stolberg, Michael Leitch, Tiennan Costley, Taira Main, Shunsuke Uenobo.
Dengan rotasi besar-besaran ini, pertanyaan yang mengemuka adalah apakah strategi Jones akan membuahkan hasil atau justru menjadi bumerang. Publik rugby Asia pun menanti apakah Jepang mampu memberikan kejutan di hadapan pendukung sendiri.



