McIlroy Gagal Manfaatkan Peluang di Royal Birkdale: Enam Bogey Hantui Pembukaan The Open
Baca dalam 60 detik
- Rory McIlroy mencatat enam bogey pada ronde pertama The Open 2025 di Royal Birkdale, finish dengan skor 72 dan tertinggal tujuh pukulan dari pemimpin sementara Jackson Suber.
- Kesulitan membaca kecepatan green yang tidak konsisten menjadi penyebab utama kegagalan putt pendek, termasuk tiga kali gagal dari jarak empat kaki dalam empat hole.
- McIlroy optimistis dapat bangkit pada ronde kedua dengan memanfaatkan kondisi pagi yang lebih bersahabat, mengingat pengalamannya mengejar defisit tujuh pukulan di Masters 2025.

Rory McIlroy harus mengakui bahwa "terlalu banyak kesalahan bodoh" menghalangi langkahnya untuk memulai The Open Championship dengan baik, setelah ronde pertama yang naik-turun di Royal Birkdale menyisakan skor 72โtertinggal tujuh pukulan dari pemimpin kejutan, Jackson Suber. Pebalap asal Amerika Serikat yang tidak diunggulkan itu memimpin klasemen sementara, sementara McIlroy justru bergulat dengan green yang tidak bersahabat.
Enam kali juara major ini mencatat empat birdie dan enam bogey dalam satu ronde yang penuh frustrasi. Masalah terbesar muncul di green: ia melewatkan tiga putt dari jarak empat kaki hanya dalam rentang empat hole, dimulai dari hole ketujuh. Dua bogey di hole par-5 juga memperparah catatannya, meskipun ia berhasil membalas dengan tiga birdie di enam hole terakhir.
"Dua bogey di par-5 jelas tidak bagus, dan saya kesulitan membaca kecepatan green di dua hole pertama," ujar juara The Open 2014 itu. "Saya merasa green sangat tidak konsistenโsebagian masih hidup dan tumbuh, sebagian lagi mati." Kondisi ini membuat McIlroy kehilangan kepercayaan diri pada pembacaan arah bola, terutama setelah beberapa putt awal melenceng dari perkiraan.
Menariknya, statistik menunjukkan bahwa 26 juara The Open sebelumnya selalu berada dalam jarak lima pukulan dari pemimpin setelah ronde pertama. Namun McIlroy bukanlah pebalap yang asing dengan situasi tertinggal. Pada Masters 2025, ia berhasil bangkit dari defisit tujuh pukulan di ronde pertama untuk merebut gelar. "Jika melihat perbedaan skor antara sesi pagi dan sore, tampaknya kondisi akan berbalik besok. Saya berharap bisa memanfaatkan kondisi yang lebih bersahabat di pagi hari dan menembus par untuk kembali bersaing," katanya.
Kegagalan putt pendek menjadi sorotan utama. McIlroy mengakui bahwa setelah beberapa kali meleset, ia mulai ragu pada pembacaan green. "Saya melewatkan beberapa putt awal yang tampaknya akan membelok ke satu arah, tapi ternyata ke arah lain. Ketika menghadapi putt berikutnya, sulit untuk percaya bahwa bola akan bergerak sesuai perkiraan. Akhirnya pukulan tidak sepenuhnya mantap," jelasnya. Ia juga menyebutkan bahwa putt birdie di hole sembilan hanya menyisakan jarak tap-in, namun tiga putt empat kaki berikutnya gagal masuk.
Bagi penggemar golf di Indonesia, performa McIlroy ini menjadi pengingat bahwa konsistensi di green adalah kunci di turnamen major. Meskipun pukulan panjangnya masih solid, masalah putting dapat menghancurkan peluang juara. Dengan jadwal tee-off pukul 10:09 BST (sekitar pukul 16:09 WIB) pada ronde kedua, McIlroy masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki posisi. Namun, jika tidak segera mengatasi masalah kepercayaan diri pada putt pendek, impiannya untuk meraih Claret Jug kedua bisa sirna.
Pertanyaan besarnya: mampukah McIlroy mengulang comeback dramatis seperti di Masters, atau justru The Open 2025 akan menjadi ajang pembuktian bagi pemain underdog seperti Jackson Suber? Ronde kedua akan menjadi penentu awal.



