Haru Tahlil 7 Hari Rachmat Gobel: Tokoh Lintas Sektor Beri Penghormatan Terakhir
Baca dalam 60 detik
- Ratusan tokoh nasional menghadiri tahlil tujuh hari almarhum Rachmat Gobel di kediamannya, Jakarta Selatan, Kamis (16/7).
- Mendiang politikus NasDem itu dimakamkan secara militer di TMP Kalibata, menandai penghormatan negara atas kontribusinya sebagai menteri dan pengusaha.
- Kehadiran figur dari berbagai kalangan mencerminkan jejaring luas Gobel, yang juga dikenal sebagai Komisaris Utama PT Panasonic.

Suasana duka masih menyelimuti kediaman mendiang Rachmat Gobel di Jalan Prof Dr Soepomo, Jakarta Selatan, saat pengajian tahlil peringatan tujuh hari kepergiannya digelar, Kamis (16/7). Sejumlah tokoh dari lintas sektor tampak hadir, memberikan penghormatan terakhir kepada politikus senior Partai NasDem yang juga mantan Menteri Perdagangan itu.
Pantauan di lokasi, para tamu mengenakan pakaian serba putih, sebagian dengan songkok hitam, menciptakan suasana khidmat. Di antara yang hadir adalah Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara Basuki Hadimuljono, selebritas Irfan Hakim, serta pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie. Kehadiran mereka menunjukkan luasnya jaringan almarhum, yang tidak hanya di politik tetapi juga di dunia usaha dan sosial.
Rachmat Gobel meninggal dunia pada Jumat (10/7) dini hari pukul 03.20 WIB di Rumah Sakit Brawijaya, Jakarta Selatan, dalam usia 63 tahun. Jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata pada hari yang sama, sekitar pukul 14.30 WIB. Prosesi pemakaman dilaksanakan secara militer, sebuah penghormatan negara atas jasa-jasanya kepada bangsa dan negara. Upacara dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa, dihadiri keluarga, kerabat, dan sejumlah tokoh nasional.
Gobel dikenal sebagai pengusaha sukses sebelum terjun ke politik. Kariernya di PT Panasonic, perusahaan elektronik raksasa, memberinya pengalaman dalam manajemen dan bisnis global. Setelah bergabung dengan Partai NasDem, ia dipercaya menduduki kursi DPR RI dan kemudian diangkat menjadi menteri oleh Presiden Jokowi. Meski masa jabatannya sebagai Mendag hanya berlangsung setahun, ia meninggalkan jejak dalam kebijakan perdagangan nasional.
Kepergian Rachmat Gobel meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kolega, dan masyarakat luas. Tahlil tujuh hari ini menjadi momentum refleksi atas perjalanan hidup seorang negarawan yang telah mengabdi di berbagai lini. Pertanyaan yang mengemuka adalah bagaimana warisan pemikiran dan jejaring yang ia bangun akan dilanjutkan oleh generasi penerus, khususnya di Partai NasDem dan dunia usaha nasional.



