Birmingham City Rekrut Bek Muda Prancis Jade Rastocle untuk Perkuat Lini Belakang
Baca dalam 60 detik
- Birmingham City mendatangkan bek tengah Jade Rastocle dari Montpellier dengan biaya transfer yang tidak diungkapkan.
- Pemain berusia 22 tahun itu telah mencatatkan 42 penampilan dan satu gol di Premiere Ligue Prancis.
- Langkah ini merupakan bagian dari ambisi Birmingham yang baru promosi ke WSL untuk membangun skuad kompetitif.

Birmingham City resmi mengamankan jasa bek tengah asal Prancis, Jade Rastocle, dari Montpellier dengan nilai transfer yang tidak dipublikasikan. Langkah ini menjadi sinyal keseriusan The Blues dalam memperkuat pertahanan jelang kembali berkompetisi di Women's Super League (WSL) musim depan.
Rastocle, yang berusia 22 tahun, bergabung dengan Montpellier pada 2024 dan langsung menjadi pilar di lini belakang. Dalam satu musim, ia mencatatkan 42 penampilan di semua kompetisi dan menyumbangkan satu gol. Sebelumnya, pemain yang pernah memperkuat timnas Prancis di level junior itu juga pernah membela Reims.
Kedatangan Rastocle melengkapi rentetan transfer Birmingham yang agresif. Sehari sebelumnya, klub asal Midlands itu juga mengumumkan perekrutan bek Millie Turner dan gelandang Lisa Naalsund dari Manchester United. Tiga pemain anyar ini diharapkan bisa menjadi fondasi untuk bersaing di kasta tertinggi sepak bola wanita Inggris.
Pelatih kepala Birmingham, Amy Merricks, menyambut antusias kedatangan Rastocle. "Jade adalah bek muda dengan pengalaman luar biasa untuk usianya. Ia telah menunjukkan kualitasnya selama beberapa musim di salah satu liga terkuat Eropa," ujar Merricks. "Kami yakin ia akan cocok dengan gaya bermain kami, dan kami tidak sabar melihat perkembangannya bersama kami."
Rastocle sendiri mengaku antusias bergabung dengan klub yang memiliki sejarah panjang. "Saya sangat senang berada di sini. Saya bisa melihat ambisi klub, kota, dan saya tahu ini klub bersejarah. Bagi saya, ini adalah kesempatan luar biasa untuk bermain di sini," kata pemain yang pernah membela timnas Prancis U-23 itu.
Bagi sepak bola Indonesia, langkah Birmingham ini bisa menjadi inspirasi bagi klub-klub Liga 1 yang mulai melirik pemain asing muda berbakat. Meski level kompetisi berbeda, strategi merekrut pemain potensial dari liga Eropa dengan harga terjangkau bisa menjadi contoh untuk meningkatkan kualitas tim. Namun, tantangan adaptasi dengan gaya bermain dan budaya baru tetap menjadi faktor kunci.
Dengan tambahan Rastocle, Birmingham menunjukkan ambisi untuk tidak sekadar bertahan di WSL, melainkan bersaing di papan atas. Pertanyaan selanjutnya adalah apakah kombinasi pemain muda dan berpengalaman ini mampu bersaing dengan tim-tim besar seperti Chelsea dan Arsenal?



