Lana Del Rey Rilis Album Ganda: Stove dan Proyek Kejutan yang Lahir dari Penantian Panjang
Baca dalam 60 detik
- Lana Del Rey mengumumkan album studio terbarunya, Stove, akan disertai album pendamping yang digarap selama masa penundaan panjang.
- Album pendamping tersebut digambarkan sebagai refleksi personal dan komentar atas perjalanan empat tahun terakhir sang musisi.
- Kedua album dijadwalkan memasuki tahap produksi vinyl dalam waktu dekat, meski tanggal rilis pasti belum ditetapkan.

Lana Del Rey akhirnya membuka tabir soal album studio terbarunya yang telah lama dinanti, Stove, yang ternyata tidak datang sendirian. Dalam unggahan Instagram yang panjang, penyanyi berusia 41 tahun itu mengungkapkan bahwa Stove akan diiringi oleh album pendamping yang lahir dari masa penantian dan keraguan selama empat tahun terakhir. Keputusan ini mengejutkan penggemar yang sudah menanti sejak album tersebut pertama kali diumumkan pada 2024 dengan judul Lasso, kemudian berganti menjadi The Right Person Will Stay, dan akhirnya ditetapkan sebagai Stove.
Dalam pernyataannya, Lana menyebut album pendamping itu sebagai "album pendamping yang besar" yang dikompilasi dengan melibatkan banyak orang. Ia menggambarkannya sebagai "semacam komentar tentang segala hal yang telah terjadi". Unggahan tersebut juga menampilkan foto-foto kembang api, perayaan Hari Kemerdekaan AS, dan sampul vinyl bergambar kendaraan Spyder, yang memicu spekulasi tentang judul dan artwork proyek tersebut. Lana menambahkan bahwa ia membutuhkan waktu sekitar satu bulan lagi untuk menyelesaikan album pendamping sebelum mengirim kedua album untuk produksi vinyl.
Penantian panjang ini bukan tanpa alasan. Sejak album terakhirnya, Did You Know That Thereโs a Tunnel Under Ocean Blvd (2023), yang mendapat pujian kritis luas, Lana telah beberapa kali merilis single seperti Henry, Come On, Bluebird, dan White Feather Hawk Tail Deer Hunter. Namun, Stove sendiri direncanakan rilis pada Januari 2026, meski tanggal pastinya belum dikonfirmasi. Dalam unggahannya, Lana menulis, "Banyak hal terjadi selama empat tahun terakhir, banyak waktu menunggu semuanya bersatu, dan banyak waktu bertanya-tanya apakah tidak apa-apa jika semuanya berantakan." Ia menambahkan bahwa kesabaran adalah kuncinya, dan dari keraguan muncullah tunas baru yang tumbuh menjadi semak mawar di bawah pohon willow.
Lana menyebut kedua album tersebut sebagai "dua karya terindah" yang pernah ia buat. Album pendamping, menurutnya, "tumbuh dari keraguan, pengharapan, dan pemahaman bahwa awal yang baru benar-benar berarti memulai dari awal lagi." Ia juga menekankan bahwa Stove adalah "album klasik" yang tetap utuh seperti yang dimaksudkan. Dalam wawancara sebelumnya di Ivor Novello Awards, Lana mengindikasikan bahwa album barunya akan lebih melodis dan bergaya "American Songbook", berbeda dengan album-album sebelumnya yang lebih introspektif seperti Tunnel atau Blue Banisters.
Bagi penggemar di Indonesia, pengumuman ini menjadi kabar gembira di tengah maraknya industri musik global yang terus bergerak. Lana Del Rey, yang namanya melambung lewat Video Games dan Born to Die, tetap menjadi salah satu penulis lagu paling khas di pop kontemporer. Kesetiaannya pada estetika vintage dan lirik puitis membuat setiap rilisan dinantikan, termasuk oleh basis penggemar di Tanah Air yang cukup besar. Meski belum ada rencana tur ke Asia, kehadiran album ganda ini bisa menjadi momentum bagi platform streaming lokal untuk menyajikan konten eksklusif.
Dengan dua album yang akan dirilis bersamaan, pertanyaan besarnya adalah: akankah Lana Del Rey mampu mempertahankan konsistensi kualitas yang telah ia bangun? Atau justru album pendamping ini akan menjadi eksperimen yang membawanya ke arah baru? Yang jelas, penggemar harus bersabar sedikit lebih lama, namun janji akan "dua karya terindah" sepadan untuk ditunggu.



