Tomori di Ambang Pintu Keluar AC Milan: Lampard Jadi Kunci ke Coventry
Baca dalam 60 detik
- AC Milan meminta Fikayo Tomori mencari klub baru karena kontraknya tersisa satu musim dan tidak masuk rencana pelatih.
- Coventry City yang dilatih Frank Lampard menjadi peminat paling serius, memanfaatkan kedekatan personal dengan sang bek.
- Newcastle United disebut sebagai alternatif, tetapi tekanan finansial Milan membuat Coventry lebih realistis.

AC Milan secara terbuka meminta Fikayo Tomori untuk mencari pelabuhan baru di bursa transfer musim panas ini. Bek tengah berusia 28 tahun itu tidak masuk dalam skema permainan pelatih anyar Ruben Amorim, dan kontraknya di San Siro hanya menyisakan satu musim lagi. Situasi ini membuat manajemen Rossoneri berusaha keras melepasnya sebelum kehilangan secara gratis pada 2026.
Coventry City, klub kasta kedua Liga Inggris, muncul sebagai destinasi paling mungkin. Daya tarik utama ada pada sosok Frank Lampard, pelatih Coventry yang pernah menangani Tomori di Chelsea. Kedekatan itu dinilai bisa menjadi faktor penentu, terutama setelah sang pemain sempat menolak pindah ke Tottenham Hotspur pada jendela transfer sebelumnya.
Mantan CEO Aston Villa, Keith Wyness, dalam podcast Football Insider mengungkapkan keyakinannya bahwa Lampard akan berusaha keras merekrut Tomori. โSaya punya firasat Lampard sedang bekerja di belakang layar untuk menyelesaikan transfer ini,โ ujar Wyness. Ia menambahkan bahwa Coventry membutuhkan figur pemimpin di lini belakang, dan Tomori dinilai mampu mengisi peran tersebut meskipun bukan pemain kelas dunia.
Newcastle United sempat disebut sebagai pesaing, namun minat The Magpies belum konkret. Sementara itu, Milan berada dalam posisi terdesak karena ingin segera mendapatkan dana segar. Tomori sendiri didatangkan dari Chelsea pada Januari 2021 dengan status pinjaman, sebelum ditebus permanen sebesar โฌ35,3 juta. Kini, nilai pasarnya diperkirakan jauh menurun akibat minimnya menit bermain.
Bagi sepak bola Indonesia, pergerakan Tomori menarik diamati karena ia adalah pemain keturunan Nigeria-Inggris yang sempat menjadi sorotan saat membela Chelsea. Jika akhirnya bergabung ke Coventry, ia akan menjadi salah satu pemain berlabel Premier League yang bermain di Championship. Hal ini bisa meningkatkan daya saing divisi kedua Inggris yang kerap menjadi tontonan penggemar Tanah Air melalui siaran langsung.
Keputusan akhir Tomori kemungkinan besar akan bergantung pada dua faktor: jaminan menit bermain dan besaran gaji. Lampard dikenal sebagai pelatih yang mampu membangkitkan performa pemain yang pernah ia latih, seperti yang terjadi pada Mason Mount di Derby County. Namun, jika Newcastle datang dengan tawaran lebih menggiurkan, bukan tidak mungkin Tomori memilih bertahan di papan atas Premier League.
Pertanyaan yang tersisa: akankah Lampard berhasil membujuk Tomori meninggalkan Italia untuk kembali ke Inggris, atau justru Newcastle yang akan mengambil alih di menit-menit akhir bursa transfer?



