Jennifer Garner: Pertemanan Terjalin Lewat DM, Bukan Sekadar Gengsi
Baca dalam 60 detik
- Aktris Jennifer Garner mengaku menjalin persahabatan erat dengan orang-orang yang ia ikuti di media sosial, bahkan curhat lewat pesan langsung.
- Ia menyebut pengalaman ini mirip dengan karakternya di film 'Five Star Weekend' yang mengundang pengikutnya ke acara pribadi.
- Garner juga menegaskan pentingnya representasi perempuan berusia 50-an di layar lebar dan tetap bersemangat menjalani peran aksi.

Jennifer Garner, aktris berusia 54 tahun, mengungkapkan bahwa beberapa pertemanan terdekatnya lahir dari interaksi di media sosial. Dalam wawancara dengan Entertainment Weekly, ia menceritakan bagaimana hubungan yang dimulai dari komentar atau direct message (DM) berkembang menjadi ikatan yang lebih dalam, bahkan melebihi lingkaran pertemanan di dunia nyata.
Garner, yang dikenal lewat serial Alias dan film-film seperti 13 Going on 30, mengaku kerap berbagi hal-hal pribadi dengan orang-orang yang ia ikuti di platform digital. "Ada orang-orang di media sosial yang saya ceritakan sesuatu yang tidak saya sampaikan kepada orang di luar kehidupan normal saya," ujarnya. Ia mencontohkan beberapa nama seperti penari balet Isabella Boylston dan James Whiteside, yang kini menjadi teman dekatnya meski awalnya hanya dikenal lewat layar.
Pengakuan ini muncul saat Garner membahas karakter terbarunya dalam film Five Star Weekend, di mana ia berperan sebagai food influencer Hollis Shaw. Karakter tersebut mengundang seorang pengikut yang belum pernah ditemui secara langsung ke acara akhir pekan eksklusif. "Saya melakukannya dengan cara yang sangat berbeda dari Hollis. Saya tidak menunjukkan anak-anak saya," kata Garner, sambil mengagumi keterbukaan karakternya terhadap pengikut.
Fenomena pertemanan digital ini bukan sekadar tren di Hollywood. Di Indonesia, media sosial juga menjadi wadah bagi banyak orang untuk membangun komunitas dan dukungan emosional. Mulai dari grup diskusi kesehatan mental hingga forum hobi, interaksi daring kerap melahirkan hubungan yang setara dengan pertemanan konvensional. Namun, para ahli mengingatkan agar tetap waspada terhadap batasan privasi dan potensi penipuan identitas.
Selain soal pertemanan, Garner juga menyoroti pentingnya representasi usia di industri film. Ia menolak tawaran yang menyebut karakternya berusia 40-an, dan meminta agar sesuai dengan usianya yang 54 tahun. "Saya tidak ingin berpura-pura tidak. Saya ingin menjadi diri saya sendiri," tegasnya. Menurutnya, kehadiran perempuan berusia 50-an di layar lebar penting untuk menunjukkan bahwa kehidupan tidak berhenti di usia tertentu.
Garner juga mengaku sempat mengira karier aksinya akan berakhir lebih cepat. Namun, ia baru saja menyelesaikan film bersama John Cena yang memadukan aksi dan romansa. "Saya tahu ada batas waktunya, tapi saya akan menjalankannya sampai ujung," katanya. Meski begitu, ia sadar bahwa suatu hari nanti tubuhnya tak akan mampu lagi melakukan adegan laga.
Pertanyaan yang kini mengemuka: akankah semakin banyak selebritas yang mengakui peran media sosial dalam membentuk lingkaran pertemanan mereka? Atau justru akan muncul tren baru dalam cara publik memandang hubungan digital?



