Longsor di Chongqing Timbun Puluhan Warga Saat Evakuasi Berlangsung
Baca dalam 60 detik
- Longsor di Kabupaten Pengshui, Chongqing, Jumat (17/7) pukul 09.08 waktu setempat, menimbun sejumlah warga yang tengah dievakuasi setelah peringatan dini dikeluarkan.
- Sebanyak sembilan orang berhasil diselamatkan tanpa luka mengancam jiwa, sementara jumlah korban tertimbun masih dalam pendataan oleh otoritas setempat.
- Pemerintah China mengerahkan 206 personel pemadam dan 49 kendaraan, serta mengaktifkan respons darurat level dua untuk mempercepat pencarian korban.

Longsor besar yang menerjang kawasan tepi Sungai Wujiang di Kabupaten Pengshui, Chongqing, Jumat (17/7) pagi, menimbun puluhan warga yang tengah menjalani proses evakuasi setelah peringatan dini dikeluarkan. Bencana ini menyebabkan sejumlah bangunan tempat tinggal di lereng bukit runtuh, dan hingga kini jumlah pasti korban yang tertimbun masih dalam proses verifikasi.
Menurut laporan stasiun televisi CCTV, seorang petugas komunitas di Pengshui melihat batu-batu berjatuhan sekitar pukul 08.00 waktu setempat dan segera mengeluarkan peringatan darurat. Otoritas setempat kemudian memerintahkan evakuasi lebih dari 60 warga. Namun, longsor terjadi saat proses evakuasi berlangsung pada pukul 09.08, menyebabkan beberapa orang tertimbun material longsor.
Hingga berita ini diturunkan, sembilan orang telah berhasil ditarik keluar dari reruntuhan. Kantor berita Xinhua melaporkan bahwa tidak ada korban dalam kondisi mengancam jiwa. Tim penyelamat masih terus berupaya menjangkau kemungkinan korban lain yang belum tertolong.
Rekaman udara dari CCTV memperlihatkan material batuan dan puing jatuh menimpa sekelompok rumah di tepi sungai, sementara warga terlihat berlarian dengan kepulan debu tebal di belakang mereka. Video dasbor yang diunggah di media sosial X dan telah diverifikasi Reuters menunjukkan bagian lereng bukit ambruk menimpa rumah dan toko di bawahnya, menutupi jalan raya dan memaksa kendaraan serta sepeda motor berhenti.
Kementerian Manajemen Darurat China langsung mengaktifkan respons darurat level dua dan mengirimkan tim penyelamat beranggotakan 100 orang ke lokasi. Selain itu, sebanyak 206 personel dan 49 kendaraan dari pasukan pemadam kebakaran China juga dikerahkan untuk membantu upaya pencarian dan penyelamatan.
Penyebab longsor belum diketahui secara pasti. Namun, kawasan Chongqing dikenal memiliki topografi perbukitan curam dan sering mengalami curah hujan tinggi, yang meningkatkan risiko longsor. Bencana ini menjadi pengingat akan pentingnya sistem peringatan dini dan kesiapsiagaan menghadapi bencana geologis, terutama di daerah rawan longsor.
Bagi Indonesia, peristiwa ini relevan mengingat banyak wilayah di Nusantara juga memiliki karakteristik geografis serupa. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bahwa longsor merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di Indonesia, terutama saat musim hujan. Sistem peringatan dini dan prosedur evakuasi yang efektif menjadi kunci untuk meminimalkan korban jiwa.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah apakah otoritas China akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur evakuasi dan sistem peringatan dini di daerah rawan longsor, mengingat longsor terjadi tepat saat evakuasi berlangsung. Sementara itu, tim penyelamat terus bekerja tanpa henti untuk menemukan korban yang masih tertimbun.



