Lazio Incar John Kennedy, Striker Muda Brasil yang Juga Diburu Klub Inggris
Baca dalam 60 detik
- Klub Serie A Lazio memulai negosiasi awal dengan Fluminense untuk merekrut penyerang tengah John Kennedy.
- Pemain berusia 24 tahun itu mencatatkan 14 gol dan 2 assist dalam 35 pertandingan kompetitif pada 2026, menarik minat Watford dan Wolves.
- Persaingan ketat memperebutkan Kennedy membuka peluang bagi klub lain, sementara Cagliari telah mundur dari perburuan.

Lazio dikabarkan mulai bergerak untuk mengamankan jasa penyerang tengah asal Brasil, John Kennedy, yang saat ini membela Fluminense. Klub ibu kota Italia itu disebut telah menjalin komunikasi awal dengan tim asal Rio de Janeiro tersebut, meskipun negosiasi masih dalam tahap penjajakan. Namun, Lazio bukan satu-satunya peminat—dua klub Inggris, Wolverhampton Wanderers dan Watford, juga dikaitkan dengan pemain berusia 24 tahun itu.
John Kennedy merupakan produk asli akademi Fluminense dan sempat menjalani masa peminjaman singkat di Pachuca, Meksiko. Kembali ke Brasil, ia menjelma menjadi andalan di lini depan. Pada tahun 2026, ia mencatatkan 14 gol dan 2 assist dalam 35 pertandingan di semua kompetisi—catatan yang membuat namanya mulai dilirik klub-klub Eropa. Tak hanya di level klub, Kennedy juga pernah memperkuat Brasil di level U-23 sebanyak enam kali dan mencetak satu gol.
Menurut laporan Sky Sport Italia, pembicaraan antara Lazio dan Fluminense masih sebatas eksplorasi. Kedua pihak masih mencari formula transfer yang tepat, apakah berupa pembelian penuh, pinjaman dengan opsi tebus, atau skema lainnya. Lazio tampaknya ingin bergerak cepat sebelum harga sang pemain melambung, mengingat persaingan dari klub Inggris cukup ketat.
Wolverhampton Wanderers dan Watford sama-sama membutuhkan tambahan amunisi di lini depan. Wolves, yang berkompetisi di Premier League, kerap memantau pemain Brasil berbakat, sementara Watford yang kini berlaga di Championship juga berambisi memperkuat skuad demi promosi. Kehadiran dua klub asal Inggris ini bisa memicu perang penawaran, mengingat daya tarik finansial Premier League lebih besar dibanding Serie A.
Menariknya, Cagliari yang sebelumnya disebut-sebut tertarik kini telah mengalihkan fokus ke target lain. Hal ini memberi ruang lebih bagi Lazio untuk bernegosiasi tanpa tekanan dari klub Serie A lainnya. Namun, persaingan dari Inggris tetap menjadi tantangan tersendiri. Lazio harus meyakinkan Kennedy bahwa proyek mereka di Roma lebih menjanjikan, terutama jika klub berhasil lolos ke kompetisi Eropa musim depan.
Bagi pembaca di Indonesia, pergerakan transfer ini menarik untuk diikuti karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa mulai melirik talenta muda Brasil yang belum merumput di Eropa. Jika Kennedy akhirnya bergabung dengan Lazio, ia bisa menjadi pemain Brasil berikutnya yang sukses di Serie A, setelah banyak rekan senegaranya seperti Ronaldo, Kaká, dan yang terbaru, pemain-pemain seperti Douglas Luiz. Sebaliknya, jika ia memilih Inggris, maka ia akan bergabung dengan deretan pemain Brasil yang memperkuat Premier League, yang selalu menjadi tontonan favorit penggemar sepak bola Tanah Air.
Ke depannya, keputusan Kennedy akan menjadi indikator tren perburuan pemain Brasil oleh klub-klub Eropa. Apakah Lazio mampu bersaing secara finansial dengan klub Inggris? Ataukah Kennedy akan memilih tantangan baru di Premier League? Jawabannya akan diketahui dalam beberapa pekan ke depan, seiring negosiasi yang semakin memanas.



