Vokalis Beartooth Caleb Shomo Resmi Ajukan Cerai Usai Umumkan Diri sebagai Gay
Baca dalam 60 detik
- Caleb Shomo, vokalis Beartooth, mengajukan gugatan cerai terhadap istrinya Fleur Shomo setelah hampir 14 tahun menikah, dua bulan setelah ia mengumumkan orientasi seksualnya secara terbuka.
- Pasangan ini berpisah sejak 27 Maret, dan proses perceraian diajukan bersama di Pengadilan Los Angeles, menyusul pernyataan publik Caleb pada Mei yang mengakui perjuangannya menerima identitasnya.
- Kisah Caleb menyoroti tekanan psikologis yang dialami individu LGBTQ+ di industri musik, relevan dengan diskusi tentang kesehatan mental dan penerimaan diri di Indonesia.

Vokalis band metalcore Beartooth, Caleb Shomo, resmi mengajukan gugatan cerai terhadap istrinya, aktris Fleur Shomo, setelah hampir 14 tahun pernikahan. Langkah ini diambil dua bulan setelah pria berusia 33 tahun itu secara terbuka mengumumkan dirinya sebagai gay, menandai babak baru dalam perjalanan pribadinya yang penuh pergulatan.
Dokumen pengadilan yang diajukan di Pengadilan Tinggi Los Angeles pekan ini menunjukkan bahwa pasangan tersebut memutuskan untuk berpisah secara hukum dengan status bersama. Mereka menikah pada 2012 setelah berpacaran selama dua tahun, dan menetapkan tanggal perpisahan pada 27 Maret lalu. Fleur, yang dikenal lewat perannya dalam serial drama medis The Pitt, turut menandatangani pengajuan tersebut.
Keputusan ini muncul setelah Caleb, yang juga mantan personel Attack Attack!, mengunggah pernyataan panjang di Instagram pada Mei lalu. Dalam unggahannya, ia mengaku telah bertahun-tahun bergulat dengan perasaannya dan akhirnya memutuskan untuk jujur kepada publik. โSaya merasa terdorong untuk meluruskan semuanya sebelum hal ini semakin memengaruhi orang-orang yang saya cintai,โ tulisnya.
Dalam pernyataan yang sama, Caleb mengungkapkan bahwa ia selama satu dekade menekan perasaannya dengan alkohol. โKetika saya memutuskan untuk berhenti dan fokus menggali mengapa saya merasa seperti ini selama ini, itulah jalan langsung menuju rekonsiliasi dengan seksualitas saya,โ ungkapnya. Ia juga menyinggung tema-tema dalam album Beartooth sebelumnya, seperti masa kecil religius, depresi, dan kebencian terhadap diri sendiri.
Reaksi Fleur tidak kalah emosional. Beberapa jam setelah unggahan Caleb, ia menulis bahwa beberapa bulan terakhir adalah โwaktu yang sangat membingungkan dan menyakitkan untuk dijalani. Bagi kami berdua.โ Meski demikian, ia menyatakan dukungannya terhadap keputusan suaminya untuk hidup jujur.
Kisah Caleb Shomo menjadi pengingat akan kompleksitas identitas seksual di tengah tekanan industri musik yang kerap menuntut citra maskulin. Di Indonesia, isu serupa masih tabu dan seringkali memicu stigma, terutama di kalangan publik figur. Namun, keterbukaan Caleb justru bisa menjadi momentum untuk diskusi yang lebih sehat tentang kesehatan mental dan penerimaan diri, tanpa harus mengorbankan karier atau hubungan personal.
Ke depan, Caleb berjanji akan mengekspresikan dirinya secara utuh dalam musik. โSaya akan menumpahkan isi hati saya sepenuhnya,โ katanya. Pertanyaannya, akankah industri musik dan masyarakat Indonesia siap menerima narasi serupa dari para musisi tanah air?



