Ismael Saibari: Bintang Baru Bayern yang Sudah Diburu Sejak Sebelum Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Pemain timnas Maroko, Ismael Saibari, mengunjungi markas latihan Bayern Munich untuk pertama kalinya setelah resmi dikontrak hingga 2031.
- Saibari, yang baru saja tampil gemilang di Piala Dunia 2026 bersama Maroko, didatangkan Bayern setelah pemantauan panjang sejak musim lalu.
- Pemain berusia 25 tahun itu akan menjalani liburan sebelum bergabung dengan skuad utama Bayern untuk musim 2026/27.

Ismael Saibari, rekrutan anyar Bayern Munich asal Maroko, akhirnya menginjakkan kaki di pusat latihan klub di Säbener Straße, Munich, pada Rabu (15/7) — dua pekan setelah menandatangani kontrak berdurasi hingga 2031. Kedatangannya menjadi momen yang ditunggu-tunggu, tidak hanya oleh dirinya sendiri, tetapi juga oleh para penggemar yang penasaran dengan kemampuan pemain yang baru saja bersinar di Piala Dunia 2026.
Saibari, yang baru saja membantu Maroko (Atlas Lions) melaju hingga perempat final Piala Dunia 2026, tampak sumringah saat berkeliling fasilitas klub ditemani keluarga dan bertemu dengan sejumlah staf Bayern. Meski belum sempat mengunjungi Allianz Arena, stadion kandang Bayern, ia mengaku sudah tidak sabar untuk merasakan atmosfer pertandingan di sana. "Saya sangat antusias dengan Allianz Arena. Saya belum pernah bermain di sana sebelumnya. Pertama kali pasti akan menjadi momen spesial," ujarnya.
Kedatangan Saibari ke Bayern bukanlah tanpa alasan. Pemain berusia 25 tahun itu baru saja menjalani musim yang luar biasa bersama PSV Eindhoven. Ia dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Eredivisie setelah mencetak 19 gol dan memberikan sembilan assist, membawa PSV meraih gelar liga ketiga secara berturut-turut. Performa impresif itu berlanjut ke Piala Dunia 2026, di mana ia mencetak gol di setiap pertandingan fase grup Maroko dan mengeksekusi penalti kemenangan saat mengalahkan Belanda di babak 32 besar. Sayang, cedera paha yang didapat saat melawan Kanada di babak 16 besar memaksanya absen saat Maroko kalah dari Prancis di perempat final.
Direktur Olahraga Bayern, Max Eberl, mengungkapkan bahwa klub sebenarnya sudah memantau Saibari jauh sebelum penampilannya di Piala Dunia. "Yang terpenting adalah kami sudah memposisikan diri sejak awal bersamanya, karena kami tahu kemampuan Ismael dan bisa menunjukkan prospek yang konkret sejak awal," jelas Eberl. Pernyataan ini menegaskan bahwa Bayern tidak hanya bereaksi terhadap performa Piala Dunia, melainkan sudah memiliki rencana jangka panjang untuk pemain serba bisa ini.
Saibari dijadwalkan tidak langsung bergabung dengan skuad utama Vincent Kompany untuk pramusim. Bayern mengonfirmasi bahwa pemain asal Maroko itu akan menikmati liburan yang memang layak didapatkannya sebelum kembali ke Munich untuk memulai persiapan musim 2026/27. Jadwal kompetitif Bayern akan dimulai dengan laga tandang melawan Borussia Dortmund di Franz Beckenbauer Supercup pada 22 Agustus, disusul laga perdana Bundesliga menjamu VfB Stuttgart seminggu kemudian.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kedatangan Saibari ke Bayern Munich menjadi sorotan tersendiri. Maroko, sebagai wakil Afrika yang tampil impresif di Piala Dunia 2026, menunjukkan bahwa talenta dari benua hitam semakin dilirik klub-klub Eropa. Keberhasilan Saibari menembus skuad utama Bayern — klub raksasa Bundesliga — bisa menjadi inspirasi bagi pemain Asia, termasuk Indonesia, bahwa kerja keras dan konsistensi di level tertinggi bisa membuka pintu ke panggung terbesar sepak bola Eropa.
Pertanyaan besarnya kini: akankah Saibari mampu mempertahankan performa gemilangnya di lingkungan baru yang penuh tekanan? Dengan persaingan ketat di lini depan Bayern yang dihuni nama-nama besar, adaptasi cepat menjadi kunci. Jika ia berhasil, bukan tidak mungkin Saibari akan menjadi salah satu bintang baru Bundesliga yang patut diperhitungkan.



