Tom Cruise Tak Lagi Dikenali: Transformasi Ekstrem Jadi Raja Minyak di Film Digger
Baca dalam 60 detik
- Tom Cruise berubah total menjadi taipan minyak Digger Rockwell dengan prostetik, gigi palsu, dan aksen Selatan yang tebal.
- Film arahan Alejandro González Iñárritu ini disebut Cruise sebagai tantangan paling orisinal dalam kariernya.
- Transformasi ini mengingatkan pada peran Les Grossman di Tropic Thunder, menunjukkan sisi komedi sang aktor.

Tom Cruise kembali membuat penonton tercengang. Aktor berusia 64 tahun itu tampil nyaris tak dikenal dalam trailer perdana film terbarunya, Digger, yang dirilis Senin lalu. Dengan rambut disisir tipis, perut buncit, dan gigi palsu, ia menyamar sebagai Digger Rockwell—seorang raja minyak yang digambarkan sebagai “manusia paling berkuasa di dunia” yang berusaha mencegah bencana ekologis.
Dalam jumpa pers di Warner Bros., Burbank, California, Cruise membeberkan rahasia di balik transformasi fisiknya. Menurutnya, setiap detail—dari warna riasan hingga bahasa tubuh—adalah alat bercerita. “Proses saya adalah menyerap, menyerap, menyerap,” ujarnya seperti dikutip Page Six. Ia menekankan bahwa pendekatan terhadap setiap karakter tidak bisa disamaratakan. “Anda harus menemukan komunikasi, lensa, warna riasan.”
Sentuhan terakhir yang menyatukan semuanya adalah gigi palsu. Begitu Cruise memasangnya, ia langsung bersemangat: “Pasang gigi, dan rasanya, ‘Ayo kita mulai.’” Ia pun mendemonstrasikan aksen khas Selatan Amerika yang digunakan karakternya. Transformasi ini mengingatkan pada perannya sebagai eksekutif studio kasar Les Grossman dalam Tropic Thunder, yang juga mengandalkan prostetik dan fisik berlebihan.
Bagi Cruise, Digger adalah tantangan yang belum pernah ia temui sebelumnya. “Saya belum pernah punya sesuatu yang bisa menantang saya seperti ini, dan (sutradara) Alejandro González Iñárritu juga belum,” katanya. Ia menyebut film ini benar-benar orisinal. Kolaborasi dengan Iñárritu—sutradara pemenang Oscar lewat Birdman dan The Revenant—menjadi daya tarik tersendiri. Film ini juga menandai kerja sama terbaru Cruise dengan Warner Bros. setelah kesuksesan Mission: Impossible – The Final Reckoning.
Reaksi publik pun tak kalah heboh. Saat poster film diunggah di media sosial Cruise, banyak penggemar yang meragukan itu adalah dirinya. “Itu bukan Tom Cruise,” tulis seorang warganet. Keraguan serupa pernah terjadi saat Tropic Thunder dirilis, di mana peran Les Grossman justru menjadi salah satu yang paling dikenang meski durasi kemunculannya singkat. Kini, Cruise kembali membuktikan bahwa ia tidak hanya jago dalam adegan aksi, tetapi juga dalam transformasi karakter ekstrem.
Bagi penonton Indonesia, Digger menawarkan tontonan yang berbeda dari film-film Cruise sebelumnya. Jika selama ini ia identik dengan Mission: Impossible, Top Gun, atau Jerry Maguire, kali ini ia tampil sebagai tokoh yang lebih gelap dan kompleks. Pertanyaannya, mampukah film ini menyamai kesuksesan komersial waralaba aksinya? Atau justru menjadi batu loncatan bagi Cruise untuk meraih pengakuan akting yang lebih serius di mata akademi?



