Olivier Rousteing Tinggalkan Balmain, Pimpin Rabanne: Era Baru Mode Paris
Baca dalam 60 detik
- Olivier Rousteing resmi menjadi direktur kreatif anyar Rabanne setelah 15 tahun membesarkan Balmain.
- Koleksi perdananya akan digelar di Paris Fashion Week Maret 2027, menandai babak baru bagi rumah mode ikonik tersebut.
- Langkah ini dinilai sebagai pergeseran strategis Puig untuk memperkuat posisi Rabanne di pasar mode global.

Olivier Rousteing, sosok di balik kebangkitan Balmain sebagai kekuatan mode global, resmi ditunjuk sebagai direktur kreatif baru Rabanne, menggantikan Julien Dossena yang hengkang setelah 13 tahun mengabdi.
Kepindahan Rousteing menandai langkah signifikan bagi Rabanne, rumah mode yang dikenal dengan inovasi material dan semangat avant-garde. Selama hampir satu setengah dekade di Balmain, Rousteing berhasil menggaet basis penggemar lintas generasi, termasuk deretan selebritas papan atas seperti Rihanna, Beyoncé, dan Kim Kardashian. Kini, ia dipercaya membawa energi serupa ke Rabanne yang tengah mencari identitas baru di tengah persaingan ketat industri mode.
Dalam pernyataan resminya, Rousteing mengungkapkan rasa hormatnya terhadap warisan Paco Rabanne yang visioner. “Bergabung dengan Rabanne adalah kehormatan luar biasa. Rumah mode ini selalu menantang konvensi, mengubah ide-ide berani menjadi kreasi yang membentuk sejarah mode,” ujarnya. Ia juga menekankan komitmennya untuk membangun masa depan yang berani dan inspiratif, tanpa melupakan akar inovasi yang telah menjadi ciri khas Rabanne.
Presiden Prestige Fashion Brands Puig, Ana Trias, menyambut antusias kedatangan Rousteing. “Visi kreatif Olivier berani, magnetis, dan sangat terhubung dengan energi masa kini. Kemampuannya menciptakan mode yang merayakan kepercayaan diri dan ekspresi diri menjadikannya pilihan alami untuk Rabanne,” kata Trias. Puig, perusahaan induk Rabanne, jelas menaruh harapan besar pada Rousteing untuk mengerek pamor rumah mode yang sempat redup di era Dossena.
Bagi pengamat mode Indonesia, pergerakan ini menarik dicermati. Industri fesyen Tanah Air yang mulai melirik pasar global kerap menjadikan rumah mode Eropa sebagai tolok ukur. Langkah Rousteing menunjukkan bahwa perpaduan antara keberanian inovasi dan kedekatan dengan budaya pop—yang ia kuasai—dapat menjadi resep sukses. Di sisi lain, kepindahan ini juga membuka peluang kolaborasi dengan desainer lokal, mengingat Rousteing dikenal akrab dengan talenta dari berbagai negara.
Pertanyaan besarnya kini: mampukah Rousteing mengulang kesuksesan di Balmain untuk Rabanne? Dengan debut koleksi yang masih setahun lagi, industri mode akan mengamati apakah sentuhan magisnya mampu membawa Rabanne ke puncak baru, atau justru tergerus oleh ekspektasi yang terlalu tinggi.



