James Norton Lega Tak Lagi Masuk Daftar Kandidat James Bond
Baca dalam 60 detik
- Aktor 40 tahun itu mengaku lega karena usianya dinilai terlalu tua untuk memerankan James Bond, setelah namanya selama satu dekade selalu dikaitkan dengan peran tersebut.
- Norton menyebut tawaran Bond adalah kehormatan sekaligus beban besar, dan kini ia bisa fokus pada proyek lain seperti film Beatles arahan Sam Mendes.
- Keputusan Amazon mengincar Bond yang lebih muda membuka peluang bagi aktor Indonesia atau Asia untuk bersaing di kancah global, seiring industri film yang semakin inklusif.

James Norton, aktor Inggris berusia 40 tahun, mengaku lega setelah namanya tak lagi masuk dalam bursa calon pemeran James Bond. Dalam wawancara dengan Vulture, ia menyebut perasaan campur aduk selama bertahun-tahun selalu dikaitkan dengan agen rahasia ikonik itu akhirnya sirna setelah rumor menyebut Amazon mengincar aktor yang lebih muda.
Selama sepuluh tahun, hampir setiap wawancara selalu menanyakan soal Bond. Norton mengakui bahwa menjadi Bond adalah kehormatan, tetapi juga datang dengan konsekuensi besar. โBagian dari diriku lega karena saat benar-benar memikirkannya, selalu ada perasaan campur aduk. Ini kehormatan, ikonik, tapi juga mahal,โ ujarnya.
Keputusan Amazon yang dilaporkan menginginkan Bond yang lebih muda membuat Norton bisa bernapas lega. Ia bahkan bercanda akan duduk santai dengan pipa, buku, dan sandal sambil menunggu aktor muda mana yang akan mengambil alih peran tersebut. Langkah ini menandai perubahan strategi waralaba Bond yang selama ini identik dengan aktor paruh baya.
Di sisi lain, Norton juga merasakan usianya di lokasi syuting film Beatles yang disutradarai Sam Mendes. Ia memerankan Brian Epstein, manajer band legendaris itu, sementara Paul Mescal, Harris Dickinson, Barry Keoghan, dan Joseph Quinn berperan sebagai anggota The Beatles. Norton mengaku menjadi suara yang lebih senior di antara para aktor muda tersebut.
Pengalaman Norton tidak selalu mulus dalam audisi waralaba besar. Ia pernah mengikuti casting untuk Fifty Shades of Grey dan mendapat arahan aneh dari sutradara casting. โMereka bilang, โKamu harus lebih karismatik.โ Saya waktu itu mikir, โApa maksudnya?โโ kenangnya.
Saat ini, Norton menikmati perannya sebagai Ormund Hightower dalam serial House of the Dragon. Karakter yang digambarkan kompleks dan masokis itu justru menjadi tantangan menyenangkan. โMereka bisa saja membuat Ormund sebagai pria kompeten dan terhormat, tapi malah memberi kami pria bermasalah dengan kecenderungan S&M. Saya bertanya-tanya, apakah Ormund menikmati menjadi dirinya seperti saya menikmati memerankannya?โ ujarnya.
โSaya berharap aktor muda mana pun yang mengambil peran Bond akan sukses. Saya akan duduk dengan pipa dan buku saya.โ โ James Norton kepada Vulture.
Bagi industri hiburan Indonesia, pergeseran kriteria Bond ini bisa menjadi peluang. Dengan semakin terbukanya Hollywood terhadap aktor dari berbagai latar belakang, bukan tidak mungkin suatu saat aktor Indonesia bisa masuk dalam pertimbangan. Namun, tantangan seperti standar fisik dan aksen tetap menjadi hambatan. Pertanyaannya, apakah industri film Tanah Air siap menghasilkan aktor berkelas internasional yang mampu bersaing di panggung global?



