Wabah Infeksi Usus di AS Meluas, Lebih dari 1.600 Kasus Dikonfirmasi
Baca dalam 60 detik
- Wabah siklosporiasis di AS telah menginfeksi 1.645 orang dan merawat 141 pasien di rumah sakit sejak Mei lalu.
- Pusat Pengendalian Penyakit AS (CDC) memperkirakan jumlah kasus bisa bertambah karena keterlambatan pelaporan hingga enam minggu.
- Para ahli mengkritik respons federal yang lambat dan mendesak pemulihan dana program keamanan pangan.

Wabah siklosporiasis yang melanda Amerika Serikat sejak Mei lalu telah mencapai skala yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan 1.645 kasus terkonfirmasi dan 141 orang dirawat di rumah sakit di 34 negara bagian. Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) masih berupaya mengidentifikasi sumber kontaminasi, yang diduga berasal dari produk segar seperti selada.
Penyakit yang disebabkan parasit ini menimbulkan gejala diare, mual, dan gangguan pencernaan lainnya. Meskipun belum ada korban jiwa, jumlah kasus yang dilaporkan terus meningkat. CDC mencatat ada lebih dari 5.100 kasus tambahan yang masih dalam proses analisis dan konfirmasi. Keterlambatan pelaporan hingga enam minggu membuat angka sebenarnya diperkirakan jauh lebih tinggi.
Pusat wabah berada di Michigan dengan 3.309 kasus, diikuti Ohio dan New York. Investigasi awal menunjukkan bahwa kasus di Michigan, West Virginia, Kentucky, dan Ohio mungkin terkait dengan satu sumber yang sama. Namun, kasus di negara bagian lain belum dapat dihubungkan, menunjukkan adanya beberapa klaster yang terpisah.
Senator Amy Klobuchar dari Minnesota mendesak CDC dan FDA untuk memulihkan pendanaan dan staf program keamanan pangan federal dan negara bagian. Kritik juga datang dari Dr. Michael Osterholm, ahli penyakit menular dari Universitas Minnesota, yang menilai respons federal masih jauh dari memadai dan komunikasi dari negara bagian sangat buruk.
FDA telah melakukan investigasi pelacakan balik dengan mengumpulkan informasi makanan yang dikonsumsi pasien sebelum sakit. Perhatian publik tertuju pada jaringan restoran Taco Bell milik Yum Brands, setelah The Washington Post melaporkan bahwa selada dari restoran tersebut sedang diselidiki. Taco Bell telah menarik beberapa bahan dari restoran tertentu sebagai langkah pencegahan, meskipun belum ada konfirmasi resmi dari otoritas kesehatan.
Bagi Indonesia, wabah ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan keamanan pangan impor. Indonesia mengimpor sejumlah produk segar dari AS, termasuk selada dan buah-buahan. Meskipun risiko penularan melalui rantai pasok internasional relatif kecil, Badan POM perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap produk impor yang berpotensi terkontaminasi. Selain itu, pengalaman AS menunjukkan bahwa keterlambatan deteksi dan respons dapat memperparah penyebaran penyakit.
CDC memperkirakan kasus akan terus bertambah hingga akhir Agustus. Namun, Osterholm berpendapat bahwa wabah di Michigan mungkin sudah berakhir karena produk segar memiliki masa simpan terbatas sekitar tiga minggu. FDA masih menyelidiki beberapa klaster dan belum dapat memastikan apakah wabah telah berakhir. Pertanyaan yang tersisa: akankah otoritas AS mampu mengidentifikasi sumber kontaminasi sebelum musim panas berakhir, atau wabah ini akan menjadi pelajaran mahal tentang kerentanan sistem pangan modern?



