Duet Kroupi-Rogers: Senjata Baru Tottenham untuk Akhiri Krisis Gol
Baca dalam 60 detik
- Tottenham mengincar duet Eli Junior Kroupi dan Morgan Rogers untuk merevolusi lini depan yang tumpul.
- Kroupi, bomber muda Bournemouth, mencetak 13 gol di musim debut Premier League, sementara Rogers menjadi kreator peluang utama Aston Villa.
- Kombinasi finisher klinis dan penggedor fisik diharapkan mengembalikan ketajaman Spurs yang hilang pasca-Harry Kane.

Ketajaman lini depan Tottenham Hotspur yang terus menurun sejak kepergian Harry Kane memaksa klub mencari solusi radikal. Dua nama muda tengah menjadi target utama: Eli Junior Kroupi dari Bournemouth dan Morgan Rogers dari Aston Villa. Keduanya dinilai mampu membentuk duet mematikan yang selama ini dirindukan penggemar Spurs.
Dalam dua musim terakhir, hanya satu pemain Tottenham yang mampu mencetak dua digit gol di Premier League. Brennan Johnson melakukannya dengan 11 gol pada 2024/25, sementara Richarlison juga mengemas 11 gol di musim sebelumnya. Angka itu jauh dari standar Kane yang membukukan 30 gol pada musim perpisahannya. Situasi ini memaksa manajer Roberto De Zerbi mencari amunisi baru di bursa transfer musim panas.
Kroupi, striker berusia 20 tahun asal Prancis, menjadi sorotan setelah mencetak 13 gol di musim perdananya bersama Bournemouth—rekor tertinggi bagi remaja di Premier League. Sebelumnya, ia mengoleksi 23 gol di semua kompetisi bersama Lorient, termasuk 22 gol di Ligue 2. Total 36 gol sejak awal 2024/25 menunjukkan konsistensi yang langka seusianya. Bandingkan dengan penyerang Tottenham saat ini: Richarlison baru mencetak 32 gol sejak 2022, sementara Dominic Solanke hanya 22 gol dalam dua tahun terakhir.
Namun, Kroupi bukan tipikal penyerang fisik. Dengan postur ramping dan lincah, ia lebih mirip Jermain Defoe—pembunuh di kotak penalti yang butuh ruang. Di sinilah peran Morgan Rogers menjadi krusial. Gelandang serang Aston Villa itu digambarkan sebagai pemain bertenaga yang mampu menarik bek lawan dan menciptakan celah. Mantan rekan setimnya, Nicolo Zaniolo, bahkan menyebut Rogers sebagai "salah satu pemain terbaik di Inggris". Statistik mendukung: rata-rata 1,1 dribel sukses per laga dan 13 peluang emas yang diciptakan musim lalu.
Kombinasi "kecil dan besar" antara Kroupi dan Rogers diyakini bisa menjadi mimpi buruk bagi pertahanan lawan. Rogers akan menusuk dari sisi kiri, menarik perhatian, lalu mengirim umpan ke Kroupi yang haus gol. De Zerbi, yang dikenal gemar membangun serangan dinamis, diprediksi akan memaksimalkan duet ini.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan Tottenham di bursa transfer selalu menarik dicermati. Klub ini memiliki basis penggemar besar di Tanah Air, dan keberhasilan mendatangkan dua pemain muda potensial bisa meningkatkan daya saing mereka di Premier League. Jika terealisasi, Spurs tak hanya mendapatkan solusi jangka pendek, tetapi juga fondasi lini depan untuk bertahun-tahun ke depan.
Kendala utama tetap pada negosiasi harga. Bournemouth membanderol Kroupi £90 juta, sementara Aston Villa mematok Rogers £100 juta. Arsenal juga dikabarkan tertarik pada Rogers, meski sang pemain disebut lebih memilih pindah ke Emirates setelah Piala Dunia. Akankah Tottenham berani mengeluarkan dana besar untuk merevolusi serangan? Atau justru kehilangan dua target sekaligus ke tangan rival?



