Kebakaran Tahura R Soerjo Meluas, Tim Gabungan Terkendala Medan Terjal
Baca dalam 60 detik
- Kebakaran hutan melanda Blok Tempuran di Tahura R Soerjo, Mojokerto, sejak Selasa malam dan hingga Rabu siang belum bisa dipadamkan karena akses sulit.
- Tim gabungan baru mencapai Bukit Cendono dan masih memantau dari kejauhan, sementara luas lahan terdampak belum diketahui.
- BPBD Jawa Timur telah mengirimkan logistik dan peralatan, serta melibatkan berbagai unsur dalam penanganan karhutla ini.

Kebakaran hutan dan lahan melanda kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) R Soerjo di Blok Tempuran, Gunung Biru, Pegunungan Anjasmoro, Mojokerto, sejak Selasa (14/7) malam, namun hingga Rabu (15/7) siang tim gabungan masih kesulitan menjangkau titik api karena medan yang ekstrem.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jawa Timur, Satriyo Nurseno, mengungkapkan bahwa warga pertama kali melihat titik api pada pukul 19.30 WIB. Meskipun tim gabungan telah dikerahkan, perjalanan mereka terhambat oleh kontur tanah yang terjal dan minimnya sinyal komunikasi di lokasi. Hingga saat ini, personel baru mencapai Bukit Cendono dan melakukan pemantauan jarak jauh.
"Akses menuju titik api sangat terjal, sehingga tim belum dapat melanjutkan perjalanan. Kami sementara memantau dari Bukit Cendono," ujar Satriyo dalam keterangannya. Cuaca di lokasi dilaporkan cerah, namun belum membantu mempercepat proses pemadaman.
Vegetasi yang terbakar didominasi semak belukar dan hutan sekunder. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai luas area yang hangus. Tim BPBD bersama unsur lainnya—termasuk Polsek Pacet, Koramil Pacet, pengelola Tahura, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan relawan—terus berupaya melakukan pemadaman. BPBD Jawa Timur juga telah mengirimkan bantuan logistik seperti makanan tambahan gizi, makanan siap saji, biskuit, serta peralatan seperti gepyok, helm, dan sepatu boots karhutla.
Kebakaran di kawasan hutan lindung seperti Tahura R Soerjo kerap menjadi perhatian karena dampaknya terhadap ekosistem dan masyarakat sekitar. Wilayah ini merupakan salah satu paru-paru kota di Jawa Timur, sehingga upaya pemadaman cepat sangat diperlukan. Namun, keterbatasan akses dan infrastruktur komunikasi menjadi tantangan klasik dalam penanganan karhutla di daerah pegunungan.
Ke depan, tim gabungan akan terus berupaya mencapai titik api dengan memanfaatkan jalur alternatif. Pertanyaannya, akankah cuaca cerah bertahan cukup lama untuk membantu proses pemadaman sebelum api meluas ke area yang lebih sulit dijangkau?



