Kane Bantah Isu Keretakan Timnas Inggris: Tuchel dan Bellingham Baik-Baik Saja
Baca dalam 60 detik
- Kapten Inggris Harry Kane menepis spekulasi keretakan antara pelatih Thomas Tuchel dan gelandang Jude Bellingham yang dipicu pernyataan usai laga perempat final Piala Dunia.
- Bellingham sempat merespons sinis kritik Tuchel terhadap performa tim, namun Kane menilai media terlalu membesar-besarkan insiden tersebut.
- Menjelang semifinal melawan Argentina, Kane menegaskan kekompakan tim justru menjadi kunci keberhasilan Inggris sejauh ini.

Kapten tim nasional Inggris, Harry Kane, dengan tegas membantah adanya keretakan hubungan antara manajer Thomas Tuchel dan gelandang Jude Bellingham. Spekulasi itu muncul setelah komentar Tuchel yang mengkritik performa tim usai kemenangan tipis 2-1 atas Norwegia di perempat final Piala Dunia, yang kemudian ditanggapi dingin oleh Bellingham. Menjelang laga semifinal melawan Argentina, Kane menilai media terlalu berlebihan dalam menyoroti momen tersebut.
Keretakan mulai digosipkan ketika Tuchel menyatakan timnya beruntung bisa menang dan tidak puas dengan permainan "dalam segala hal". Saat dimintai tanggapan sesaat setelah pertandingan, Bellingham yang mencetak dua gol untuk kedua kalinya berturut-turut menjawab dengan nada sinis: "Ya, terserah. Mungkin dia tidak tahu bagaimana rasanya bermain dalam kondisi seperti itu melawan Haaland, Odegaard, Nusa, Sorloth. Itu bukan tim yang mudah dilawan."
Namun, Kane menolak narasi perpecahan tersebut. Dalam wawancara dengan BBC Sport, ia menjelaskan bahwa Bellingham saat itu masih dalam suasana pertandingan yang melelahkan dan belum sempat mendengar pernyataan lengkap Tuchel. "Kami baru saja melewati pertempuran. Mudah sekali mencoba menciptakan perpecahan. Sepertinya ini kebiasaan orang Inggris di turnamen besar. Tapi kenyataannya justru sebaliknya," ujar Kane.
Kane menambahkan bahwa kekompakan tim adalah fondasi utama yang membawa Inggris sejauh ini. "Kelompok ini berada di posisi sekarang karena kebersamaan yang utuh โ bukan hanya pemain, pelatih, dan staf. Kadang hal-hal dibuat lebih besar dari yang sebenarnya," tegasnya.
Menariknya, Kane justru memuji gaya kepemimpinan Tuchel yang blak-blakan. Menurutnya, para pemain menghargai kejujuran dan keterusterangan manajer asal Jerman itu. "Dia tidak pernah berbasa-basi. Ketika dia bicara, itu tidak pernah skrip. Itulah yang membuatnya menjadi dirinya. Ketika semuanya alami, Anda percaya pada apa yang dia katakan, Anda percaya pada pendekatannya," jelas Kane.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kisah ini mengingatkan pada dinamika serupa yang kerap terjadi di timnas Indonesia, di mana kritik pelatih terhadap pemain muda kerap ditafsirkan sebagai konflik. Namun, seperti yang ditegaskan Kane, komunikasi yang terbuka justru bisa memperkuat tim. Di tengah euforia Piala Dunia, isu internal seperti ini kerap dimanfaatkan untuk menggoyahkan mental tim, namun Inggris sejauh ini mampu meredamnya.
Pertandingan melawan Argentina diprediksi akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kekompakan Inggris. Jika mampu mengatasi tekanan dan tetap solid, bukan tidak mungkin skuad asuhan Tuchel melangkah lebih jauh. Pertanyaannya, akankah kritik Tuchel menjadi bumerang atau justru menjadi motivasi tambahan bagi Bellingham dan kawan-kawan?



