Zaniolo Tolak Latihan di Udinese, Agen Tawarkan ke AC Milan
Baca dalam 60 detik
- Nicolò Zaniolo mangkir dari pramusim Udinese setelah gagal mencapai kesepakatan gaji baru, memicu spekulasi transfer.
- Pemain timnas Italia itu telah berganti lima klub sejak meninggalkan Roma pada 2023, menimbulkan keraguan akan konsistensinya.
- AC Milan dikabarkan menerima tawaran dari agen Zaniolo, meski klub masih mempertimbangkan risiko cedera dan performa inkonsisten.

Nicolò Zaniolo kembali menjadi pusat perhatian di bursa transfer Italia setelah menolak bergabung dengan sesi latihan pramusim Udinese. Pemain berusia 27 tahun itu dilaporkan tidak hadir karena mengirimkan surat keterangan medis, sebuah langkah yang lazim dilakukan pesepakbola yang ingin memaksa hengkang. Situasi ini memanas setelah negosiasi kontrak baru dengan klub asal Friuli itu menemui jalan buntu.
Zaniolo bergabung dengan Udinese pada musim panas lalu dengan status pinjaman senilai €2,5 juta, disertai opsi pembelian sebesar €5 juta. Namun, kesepakatan tersebut dibuat secara terburu-buru dengan janji akan mengevaluasi ulang gajinya setelah musim berakhir. Proses evaluasi itu kini menjadi sumber konflik, karena kedua pihak belum mencapai kata sepakat mengenai paket upah.
Menurut jurnalis transfer Milan, Daniele Longo, kubu Zaniolo telah menawarkan pemain tersebut ke AC Milan dalam 24 jam terakhir. Tawaran ini muncul di tengah spekulasi bahwa sang pemain ingin meninggalkan Udinese setelah hanya satu musim. Sejak memaksa keluar dari Roma pada Februari 2023, Zaniolo telah memperkuat Galatasaray, Aston Villa, Atalanta, Fiorentina, dan kini Udinese—sebuah perjalanan karier yang penuh gejolak.
Meski memiliki musim yang cukup baik secara individu, catatan cedera Zaniolo menjadi kekhawatiran utama. Ia kerap absen dalam jangka waktu panjang dan kesulitan menemukan konsistensi performa dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini membuat klub peminat, termasuk Milan, berpikir dua kali untuk merekrutnya. Rossoneri saat ini tengah memperkuat skuad untuk musim depan, namun risiko cedera Zaniolo bisa menjadi batu sandungan.
Di sisi lain, Udinese tampaknya tidak akan melepas Zaniolo dengan mudah. Kontraknya yang masih panjang hingga 2029 memberi klub posisi tawar yang kuat. Jika tidak ada solusi dalam waktu dekat, situasi ini berpotensi memanas dan berujung pada sengketa kontrak. Zaniolo juga dikaitkan dengan kepindahan ke Lazio, yang bisa menjadi opsi menarik mengingat ia pernah bersinar di Roma—tetapi kini di kubu rival sekota.
Bagi pengamat sepak bola Italia, kasus Zaniolo menjadi cermin bagaimana seorang talenta muda bisa kehilangan arah akibat keputusan transfer yang terburu-buru dan manajemen karier yang kurang matang. Pertanyaan besarnya: akankah Milan atau klub lain berani mengambil risiko pada pemain dengan potensi besar namun rekam jejak cedera yang mengkhawatirkan? Atau justru Udinese akan mempertahankannya dan memaksanya berdamai dengan kontrak baru?



