Anwar Ibrahim Umumkan Calon Pakatan Harapan untuk Pilkada Negeri Sembilan, Mentri Besar Pindah Kursi
Baca dalam 60 detik
- Pakatan Harapan memindahkan calon Mentri Besar Aminuddin Harun dari Sikamat ke Linggi pada Pilkada Negeri Sembilan 1 Agustus.
- Anwar Ibrahim yakin koalisi akan memenangkan mandat rakyat dan memperkuat kerja sama dengan pemerintah federal.
- PKR, DAP, dan Amanah mengusung total 36 calon, dengan beberapa wajah baru di kursi strategis.

Pakatan Harapan (PH) secara resmi mengumumkan calon-calonnya untuk Pemilihan Negara Bagian (PRN) Negeri Sembilan yang akan digelar pada 1 Agustus mendatang. Dalam sebuah acara di Dataran Melang, Kuala Pilah, Selasa malam (14/7), Ketua PH Anwar Ibrahim mengonfirmasi perpindahan strategis calon Mentri Besar petahana, Datuk Seri Aminuddin Harun, dari daerah pemilihan tradisionalnya Sikamat ke Linggi.
Keputusan ini telah lama menjadi spekulasi publik. Aminuddin, yang telah menjadi anggota Dewan Undangan Negeri (ADUN) Sikamat sejak 2008, kini akan bertarung di Linggiโkursi yang pernah dipegang oleh mantan Mentri Besar Negeri Sembilan, Datuk Seri Mohd Isa Abdul Samad, dari 1978 hingga 2004 dan sejak itu dikuasai Barisan Nasional (BN). Langkah ini dinilai sebagai upaya PH untuk memperluas basis dukungan sekaligus mempertahankan kepemimpinan yang solid di tingkat negara bagian.
Anwar Ibrahim menegaskan bahwa jika PH kembali diberi mandat, Aminuddin akan mampu bekerja lebih erat dengan pemerintah federal untuk memastikan pembangunan yang merata. โSaya yakin Aminuddin akan melakukan pekerjaan luar biasa jika diberi kesempatan memimpin lagi. Ia bisa langsung menghubungi saya atau mengirim tim untuk berkoordinasi,โ ujar Anwar dalam pidatonya. Pernyataan ini menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan negara bagian dalam mempercepat pembangunan di Negeri Sembilan.
Dalam pengumuman tersebut, Anwar juga merinci calon-calon PKR. Partai ini mempertahankan tiga petahana: Datuk Noorzunita Begum Mohd Ibrahim (Pilah), Datuk Dr G. Rajasekaran (Sri Tanjung), dan Datuk Yew Boon Lye (Chuah). Sementara itu, Datuk Tengku Zamrah Tengku Sulaiman yang sebelumnya menjadi ADUN Ampangan digantikan oleh wakil ketua PKR negeri, Datuk Muhammad Nazri Kassim. Beberapa nama baru juga muncul, termasuk Mohd Umry Abdul Khois (Pertang), Zainal Fikri Abd Kadir (Sg Lui), dan Muhammad Zahin Zinal Abidin (Palong). Total, PKR mengusung 16 calon, meningkat signifikan dari enam kursi pada pemilu 2023.
DAP, yang merupakan komponen PH, mengumumkan 11 calon, termasuk tiga wajah baru. Petahana seperti Anthony Loke (Chennah), Veerapan Superamaniam (Repah), dan Teo Kok Seong (Bahau) kembali diusung. Sementara itu, debutan Lee Kai Yet (Mambau), S. Mugunthan (Seremban Jaya), dan Ho Weng Wah (Temiang) siap bertarung untuk pertama kalinya. Partai Amanah Negara (Amanah) juga mengusung sembilan calon, termasuk petahana Klawang Datuk Ir Bakri Sawir dan juru bicara pers Aminuddin, Ahmad Shahir Mohd Shah (Paroi).
Perubahan komposisi ini mencerminkan strategi PH untuk memperkuat posisi di Negeri Sembilan, yang merupakan salah satu basis dukungan utama koalisi. Dengan meningkatnya jumlah kursi yang dipertandingkan PKRโdari 6 menjadi 16โPH tampaknya ingin mengoptimalkan peluang di daerah-daerah yang sebelumnya kurang tergarap. Sementara itu, DAP tetap mempertahankan 11 kursi, dan Amanah naik dari 2 menjadi 9 kursi, menunjukkan ekspansi yang terencana.
Langkah PH ini tidak lepas dari dinamika politik nasional. Sejak membentuk pakta elektoral dengan BN di bawah bendera pemerintah persatuan pada 2023, PH berupaya menjaga stabilitas koalisi. Anwar, yang juga Perdana Menteri, menekankan pentingnya kemenangan PH di Negeri Sembilan untuk memastikan program pembangunan berjalan lancar. โKami tidak ingin ada yang tertinggal dari arus pembangunan utama,โ katanya.
Bagi pengamat politik, perpindahan Aminuddin ke Linggi menjadi ujian elektabilitas. Linggi selama ini dikenal sebagai benteng BN, sehingga kemenangan di sana akan menjadi sinyal kuat dominasi PH di Negeri Sembilan. Sebaliknya, kekalahan bisa memicu pertanyaan tentang strategi koalisi. Dengan waktu kampanye yang tersisa, semua mata kini tertuju pada apakah PH mampu mempertahankan momentum atau justru kehilangan pijakan di negara bagian yang selama ini menjadi salah satu lumbung suaranya.



