Argentina Siap Turunkan Pemain Serie A di Semifinal Lawan Inggris, Bukan Lautaro Martinez
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Argentina diprediksi melakukan rotasi besar dengan menurunkan pemain Serie A yang belum pernah menjadi starter di Piala Dunia 2026.
- Keputusan mengejutkan ini muncul di tengah performa kurang meyakinkan Argentina di fase gugur, yang selalu menang lewat perpanjangan waktu.
- Jika lolos, Argentina akan menghadapi pemenang Prancis vs Spanyol di final, memperkuat dominasi Amerika Selatan di ajang ini.

Argentina diprediksi akan melakukan perubahan mengejutkan pada susunan pemain saat menghadapi Inggris di semifinal Piala Dunia 2026, Rabu (10/7) dini hari WIB. Tim juara bertahan itu disebut akan menurunkan pemain Serie A sebagai starter, tetapi bukan Lautaro Martinez atau Nico Paz yang selama ini menjadi sorotan.
Menurut laporan TyC Sports, pelatih Lionel Scaloni berencana menggeser Rodrigo De Paul ke bangku cadangan dan menggantikannya dengan pemain yang lebih ofensif. Opsi terkuat adalah winger Juventus, Nico Gonzalez, yang musim ini dipinjamkan ke Atletico Madrid. Gonzalez telah tampil dalam lima dari enam pertandingan Argentina di turnamen ini, namun belum sekalipun menjadi starter.
Perubahan lain yang mungkin terjadi adalah Nahuel Molina, eks pemain Udinese, akan mengisi posisi bek kanan menggantikan Gonzalo Montiel. Molina dikabarkan tengah diincar Inter Milan untuk kembali ke Serie A. Sementara itu, Julian Alvarez tetap menjadi pendamping Lionel Messi di lini depan, membuat Lautaro Martinez kembali harus memulai dari bangku cadangan meski mencetak gol di perempat final.
Keputusan ini tidak lepas dari perjalanan Argentina yang penuh drama di fase gugur. Tim Tango selalu menang lewat perpanjangan waktu: 3-2 atas Cape Verde, 3-2 atas Mesir setelah tertinggal 0-2, dan 3-1 atas Swiss yang bermain dengan 10 orang. Scaloni dinilai perlu menyegarkan lini tengah untuk menghadapi Inggris yang memiliki kedalaman skuad luar biasa.
Dari sisi taktik, masuknya Nico Gonzalez memberikan dimensi baru bagi Argentina. Pemain 26 tahun itu dikenal memiliki kecepatan dan kemampuan dribel yang bisa merepotkan pertahanan Inggris. Namun, keputusan mendepak De Paul—yang selama ini menjadi jangkar lini tengah—berisiko membuat Argentina kehilangan keseimbangan. De Paul adalah pemain dengan rata-rata tekel tertinggi di skuad Argentina (2,3 per pertandingan).
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga ini menjadi tontonan menarik karena menyajikan duel antara dua raksasa yang sama-sama haus gelar. Argentina ingin mempertahankan mahkota, sementara Inggris berambisi mengakhiri puasa gelar sejak 1966. Pertandingan akan berlangsung di Atlanta, Amerika Serikat, dengan kick-off pukul 07.00 WIB.
“Argentina harus berani mengambil risiko jika ingin mengalahkan Inggris. Statistik menunjukkan mereka lebih efektif saat bermain dengan tekanan tinggi, dan Nico Gonzalez bisa menjadi katalisatornya,” ujar analis sepak bola Amerika Latin, Alejandro Moreno, kepada ESPN.
Jika berhasil melewati Inggris, Argentina akan menghadapi pemenang antara Prancis dan Spanyol di final pada 19 Juli. Pertanyaan besarnya: mampukah skema baru Scaloni membawa Argentina kembali ke puncak dunia, atau justru menjadi bumerang di momen krusial?



