Bekuk Lagi Cedera, Andrea Belotti Gagal Lolos Tes Medis Cagliari
Baca dalam 60 detik
- Andrea Belotti batal bergabung dengan Cagliari setelah gagal dalam tes medis, memperpanjang statusnya sebagai pemain bebas transfer.
- Mantan striker Torino dan Roma itu baru pulih dari cedera ACL parah yang dideritanya tak lama setelah bergabung dengan Cagliari pada September 2025.
- Kegagalan medis ini menimbulkan tanda tanya besar soal masa depan pemain berusia 32 tahun tersebut di Serie A.

Andrea Belotti kembali harus menunda kepastian kariernya. Striker berusia 32 tahun itu gagal menjalani tes medis bersama Cagliari, yang seharusnya menjadi pelabuhan barunya setelah kontraknya habis. Kegagalan ini membuat statusnya sebagai pemain bebas transfer masih berlanjut.
Belotti sebenarnya sudah sepakat untuk menandatangani kontrak jangka pendek baru dengan Cagliari. Klub asal Sardinia itu berniat mempertahankannya setelah ia mencetak dua gol dalam delapan penampilan Serie A musim lalu. Namun, hasil tes medis yang tidak memuaskan memaksa kedua pihak menunda keputusan.
Perjalanan Belotti di Cagliari memang penuh kemalangan. Ia bergabung dengan status bebas transfer pada September 2025, tetapi dalam hitungan pekan ia mengalami cedera ligamen anterior lutut (ACL) yang parah. Cedera itu membuatnya absen hampir sepanjang musim, baru kembali pada April 2026 untuk beberapa kali menjadi pemain pengganti.
Kegagalan tes medis ini menjadi pukulan telak bagi pemain yang pernah menjadi andalan Torino dan Roma. Sepanjang kariernya di Serie A, Belotti telah mengoleksi 116 gol dan 32 assist dalam 356 pertandingan. Ia juga mencatatkan 12 gol dalam 44 penampilan bersama tim nasional Italia.
Bagi pengamat sepak bola Italia, kasus Belotti menjadi pengingat betapa rentannya pemain yang baru pulih dari cedera serius. Menurut laporan Corriere dello Sport, kegagalan medis ini membuat masa depan Belotti di Serie A tidak menentu. Beberapa klub mungkin masih tertarik, tetapi risiko cedera berulang menjadi pertimbangan utama.
Kisah Belotti juga relevan bagi sepak bola Indonesia. Banyak pemain lokal yang mengalami nasib serupa: cedera parah mengubah lintasan karier. Kasus ini menegaskan pentingnya manajemen cedera dan rehabilitasi yang tepat, terutama bagi pemain yang memasuki usia kepala tiga. Klub-klub Indonesia pun bisa belajar dari pendekatan Cagliari yang tetap memberikan kesempatan kedua, meski akhirnya gagal karena faktor medis.
Langkah selanjutnya bagi Belotti masih belum jelas. Akankah ia mencari klub lain di Italia atau justru melirik liga asing? Atau mungkin ia akan memutuskan pensiun? Yang pasti, pemain yang dijuluki 'Il Gallo' ini masih memiliki ambisi untuk bermain, tetapi tubuhnya mungkin berkata lain.



