Coppola Akhiri Drama dengan LaBeouf: 'Kau Aktor Hebat, Tapi...'
Baca dalam 60 detik
- Francis Ford Coppola secara terbuka menyampaikan dukungan kepada Shia LaBeouf setelah konflik di lokasi syuting Megalopolis, menyebutnya aktor hebat.
- Dalam dokumenter Megadoc, LaBeouf mengungkapkan bahwa Coppola pernah menyebutnya sebagai aktor paling menyebalkan yang pernah diajak bekerja sama.
- Perseteruan ini mengingatkan pada hubungan rumit Coppola dengan Marlon Brando saat syuting Apocalypse Now, menunjukkan pola konflik kreatif yang berulang.

Francis Ford Coppola memilih mengakhiri perseteruan dengan Shia LaBeouf dengan cara yang tak terduga: unggahan Instagram penuh pujian. Sutradara legendaris berusia 87 tahun itu menyebut LaBeouf sebagai "aktor hebat dan menarik" serta mendoakan yang terbaik untuknya. Sikap ini kontras dengan rekaman dalam dokumenter Megadoc yang memperlihatkan keduanya terlibat adu mulut sengit di lokasi syuting film Megalopolis.
Dalam Megadoc, yang menyoroti proses pembuatan Megalopolis, LaBeouf mengaku mendapat cercaan langsung dari Coppola. Sang sutradara disebut mengatakan bahwa LaBeouf adalah "aktor paling menyebalkan" yang pernah diajak bekerja sama. LaBeouf, yang memerankan karakter Clodio Pulcher, membalas dengan menyebut nama Marlon Brando, aktor yang pernah membuat Coppola frustrasi saat syuting Apocalypse Now pada 1979. "Apa aku datang ke lokasi dengan kelebihan berat badan 700 pon di hutan? Apa aku mundur 10 hari sebelum syuting selesai?" sindir LaBeouf.
Ketegangan di lokasi syuting bukanlah hal baru bagi Coppola. Sutradara pemenang Palme d'Or itu memiliki sejarah panjang dengan aktor-aktor yang dianggap sulit. Brando, misalnya, datang ke lokasi Apocalypse Now dengan berat badan berlebih dan sering menolak mengikuti arahan. Namun, Coppola tetap memujinya sebagai aktor brilian. Pola yang sama kini terulang dengan LaBeouf: konflik di permukaan, tetapi penghargaan terhadap bakat tetap ada.
Menurut LaBeouf, sehari setelah pertengkaran, Coppola mengirim email yang isinya menyesali reaksi emosionalnya. "Tentu saja saya merasa buruk atas reaksi saya tadi malam. Banyak krisis datang bersamaan," tulis Coppola dalam email yang dikutip LaBeouf. Sutradara itu juga mengakui bahwa ia pernah hampir mundur dari proyek The Conversation karena alasan serupa. "Kau telah melakukan pekerjaan dengan baik dan saya berterima kasih untuk itu. Namun, kita tetap dua sudut pandang yang berbeda, begitulah biasanya manusia. Aku mencintaimu," lanjut Coppola.
Dalam wawancara terpisah untuk Megadoc, Coppola menggambarkan LaBeouf sebagai "tidak masuk akal" di lokasi, tetapi tetap memuji penampilannya. "Dia membuatku gila, tapi aktingnya hebat. Aku akan mengatakannya hebat," ujar Coppola. Ia bahkan mengaku pernah bersembunyi di trailer sambil berkata, "Aku bahkan tidak akan berurusan dengannya." Pernyataan ini menunjukkan bahwa meskipun ada gesekan, Coppola tetap menghargai hasil akhir karya LaBeouf.
Bagi penggemar film di Indonesia, kisah ini mengingatkan bahwa konflik kreatif antara sutradara dan aktor sering kali melahirkan karya terbaik. Megalopolis, yang dirilis pada 2024, menjadi salah satu film paling dinanti tahun ini. Pertanyaan yang muncul: apakah drama di balik layar akan memengaruhi kualitas film? Atau justru menjadi bumbu yang membuatnya semakin menarik? Yang jelas, Coppola dan LaBeouf telah membuktikan bahwa perbedaan pendapat tidak harus berakhir dengan permusuhan.



