Pembongkaran JPO Tendean Lumpuhkan Lalu Lintas Jakarta Selatan
Baca dalam 60 detik
- Proses pembongkaran JPO Kapten Tendean yang nyaris roboh akibat ditabrak truk crane memicu kemacetan parah di sejumlah ruas jalan Jakarta Selatan.
- Polisi menduga sopir truk menggunakan ponsel saat mengemudi, namun penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.
- Kemacetan diperkirakan berlanjut hingga proses evakuasi dan perbaikan infrastruktur selesai, mengganggu mobilitas warga pada jam pulang kerja.

Kemacetan panjang masih melanda sejumlah titik di Jakarta Selatan, Selasa (14/7), pasca proses pembongkaran jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean yang nyaris robok setelah ditabrak truk pengangkut alat berat pada dini hari tadi. Arus lalu lintas dari arah utara ke selatan di Jalan Sudirman Thamrin menjadi salah satu yang paling terdampak, dengan petugas kepolisian masih berupaya mengatur pengalihan kendaraan.
Kabag Binopsnal Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Robby Hefados mengungkapkan bahwa kepadatan juga terjadi di kawasan SCBD yang mengarah ke Jalan Suryo, akibat proses evakuasi dan pembongkaran JPO yang masih berlangsung. "Keluaran SCBD yang mengarah ke Jalan Suryo itu juga mengalami kepadatan imbas dari evakuasi proses perbaikan atau pembongkaran JPO yang ditabrak oleh truk tadi pagi. Ini masih berlangsung hingga saat ini," jelasnya.
Tak hanya itu, Jalan HR Rasuna Said menuju Warung Buncit serta Jalan Raya Pasar Minggu dari simpang Pancoran hingga Kalibata turut mengalami perlambatan signifikan. Robby menambahkan bahwa volume kendaraan yang tinggi saat jam pulang kerja memperparah situasi. Sementara itu, jalan tol arah timur dari Cawang hingga Bekasi dilaporkan masih lancar.
Sebelumnya, JPO yang terletak di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, nyaris ambruk setelah dihantam truk pengangkut alat berat jenis crane. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Truk yang terlibat kini telah berhasil dievakuasi, namun proses pembongkaran JPO masih terus dilakukan untuk mencegah risiko lebih lanjut.
Dari pemeriksaan sementara, dugaan awal menyebutkan bahwa sopir truk tengah menggunakan ponsel saat mengemudi, yang diduga menjadi pemicu kecelakaan. Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Mujiyanto, menyatakan bahwa pihaknya masih mendalami kemungkinan adanya kelalaian. "Masih didalami ya (soal ada atau tidak dugaan kelalaian sopir hingga menabrak atas JPO)," ujarnya kepada wartawan.
Insiden ini kembali menyoroti pentingnya kesadaran berlalu lintas, terutama bagi pengemudi kendaraan besar. Penggunaan ponsel saat berkendara kerap menjadi faktor utama kecelakaan di jalan raya. Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mencari jalur alternatif selama proses evakuasi berlangsung. Pertanyaannya, apakah penegakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas akan diperketat pasca kejadian ini?



