Brighton Rekrut Bek Muda Kroasia Luka Vuskovic dari Tottenham dengan Biaya Rp1 Triliun
Baca dalam 60 detik
- Brighton & Hove Albion resmi mendatangkan bek Kroasia Luka Vuskovic (19) dari Tottenham Hotspur dengan kontrak lima tahun plus opsi perpanjangan.
- Nilai transfer mencapai £50 juta (sekitar Rp1 triliun) termasuk bonus performa, dengan Tottenham menyisipkan klausul penjualan kembali 20 persen.
- Vuskovic, yang sudah tampil di Piala Dunia 2026, diharapkan menjadi investasi jangka panjang Brighton meski masih perlu adaptasi di Premier League.

Brighton & Hove Albion resmi mengamankan tanda tangan bek muda Kroasia Luka Vuskovic dari Tottenham Hotspur dengan kontrak berdurasi lima tahun, ditambah opsi perpanjangan satu musim. Transfer ini menjadikan Vuskovic sebagai salah satu rekrutan termahal Brighton, dengan nilai mencapai £50 juta (sekitar Rp1 triliun) termasuk bonus berbasis performa.
Kesepakatan yang diumumkan pada Selasa (14/7) ini juga memuat klausul khusus yang menguntungkan Tottenham. Klub asal London utara itu menyertakan klausul penjualan kembali sebesar 20 persen serta hak pencocokan (matching rights) jika Brighton menerima tawaran untuk Vuskovic di masa depan. Langkah ini memberi Spurs opsi untuk merekrut kembali pemain berusia 19 tahun tersebut jika ia bersinar di Brighton.
Manajer Brighton Fabian Hurzeler menyambut positif kedatangan Vuskovic, meski mengingatkan bahwa pemain muda itu masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi. "Luka telah memulai kariernya dengan fantastis — kami mengikuti perkembangannya dengan saksama. Ada banyak sorotan eksternal tentang kedatangannya, tetapi ia masih muda dan perlu waktu menyesuaikan diri dengan tuntutan bermain untuk Brighton dan Premier League. Kami yakin ia akan menjalaninya dengan baik," ujar Hurzeler dalam pernyataan resmi klub.
Vuskovic menghabiskan musim lalu dengan status pinjaman di klub Bundesliga 2, Hamburger SV, di mana ia tampil impresif dengan 30 penampilan di semua kompetisi. Performa apiknya di Jerman membawanya masuk skuad utama Kroasia, dan ia telah mengoleksi enam caps internasional. Pada Piala Dunia 2026 yang baru saja berlangsung, Vuskovic menjalani debut di ajang tersebut saat melawan Inggris.
Bagi Brighton, perekrutan Vuskovic merupakan bagian dari strategi jangka panjang klub yang dikenal gemar merekrut pemain muda berbakat untuk kemudian dijual dengan harga lebih tinggi. Sebelumnya, Brighton sukses meraup keuntungan besar dari transfer pemain seperti Marc Cucurella, Moisés Caicedo, dan Alexis Mac Allister. Dengan harga yang tergolong tinggi untuk pemain seusianya, Vuskovic diharapkan mampu menjadi pilar pertahanan Brighton dalam beberapa musim ke depan.
Di sisi lain, Tottenham tidak sepenuhnya melepas Vuskovic. Dengan adanya klausul penjualan kembali dan hak pencocokan, Spurs masih memiliki kendali atas masa depan pemain tersebut. Jika Vuskovic berkembang sesuai ekspektasi, Tottenham bisa saja mengaktifkan klausul untuk membawanya kembali ke London utara, meski harus membayar mahal.
Transfer ini juga menarik untuk dicermati dari perspektif sepak bola Indonesia. Meski tidak ada pemain Indonesia yang terlibat, pergerakan pemain muda Eropa seperti Vuskovic menjadi tolok ukur bagi pengembangan bakat di Tanah Air. Klub-klub Indonesia yang mulai serius membina pemain muda dapat belajar dari model Brighton yang berani memberikan kesempatan kepada talenta belia dan kemudian memonetisasinya. Selain itu, nilai transfer yang fantastis menunjukkan bahwa investasi pada pemain muda bisa memberikan keuntungan besar jika dikelola dengan baik.
Vuskovic dijadwalkan bergabung dengan skuad Brighton untuk pramusim dan akan bersaing memperebutkan tempat di lini belakang yang juga dihuni pemain-pemain seperti Lewis Dunk, Jan Paul van Hecke, dan Adam Webster. Pertanyaan besarnya, mampukah Vuskovic langsung beradaptasi dengan kerasnya Premier League, atau ia akan kembali dipinjamkan untuk menambah jam terbang? Keputusan Brighton dalam beberapa bulan ke depan akan menjadi penentu.



