Pencarian Pelatih Timnas Italia: Trio Maldini, Leonardo, dan Malagò Segera Finalkan Kandidat
Baca dalam 60 detik
- FIGC menggelar pertemuan krusial untuk menyusun daftar pendek calon pelatih anyar Italia.
- Antonio Conte mulai tersisih, sementara Roberto Mancini masih menjadi favorit berkat hubungan erat dengan presiden federasi.
- Kendala finansial menghalangi langkah FIGC untuk mendatangkan pelatih sekelas Pep Guardiola.

Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) memasuki babak krusial dalam perburuan pelatih kepala baru setelah kegagalan lolos ke Piala Dunia 2022. Tiga figur kunci — Paolo Maldini, Leonardo, dan Giovanni Malagò — dijadwalkan bertemu untuk memfinalisasi daftar pendek kandidat, dengan keputusan akhir ditargetkan pekan depan.
Menurut laporan Gazzetta dello Sport, pertemuan yang bisa berlangsung secara virtual atau tatap muka ini menjadi langkah pertama yang konkret setelah Gennaro Gattuso mengundurkan diri pada Maret lalu. Gattuso, yang merupakan rekan setim Maldini dan Leonardo di AC Milan, gagal membawa Gli Azzurri merebut tiket ke Qatar. Sebagai pengganti sementara, pelatih U-21 Silvio Baldini ditunjuk untuk memimpin laga uji coba melawan Luksemburg dan Yunani pada Juni.
Nama Antonio Conte dan Roberto Mancini awalnya mendominasi spekulasi. Namun, Gazzetta melaporkan bahwa Conte perlahan kehilangan posisi terdepan, sementara Mancini justru memiliki hubungan kuat dengan Presiden FIGC Giovanni Malagò. Mancini, yang sukses membawa Italia juara Euro 2020, dianggap sebagai pilihan yang lebih realistis secara biaya dan kontinuitas. Meski demikian, belum ada kepastian apakah ia bersedia kembali setelah sempat hengkang ke Arab Saudi.
Di sisi lain, nama besar seperti Andrea Pirlo dan Pep Guardiola turut dikaitkan. Pirlo, yang pernah menangani Juventus, dianggap sebagai opsi jangka panjang yang menarik. Namun, Gazzetta menyoroti bahwa mendatangkan Guardiola — mantan arsitek Manchester City — akan menjadi tantangan berat bagi FIGC, terutama dari segi finansial. Gaji fantastis Guardiola di City diperkirakan jauh di luar anggaran federasi yang masih terpukul akibat pandemi.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, dinamika ini menarik karena Italia adalah salah satu raksasa Eropa yang tengah berusaha bangkit. Kegagalan lolos ke Piala Dunia menjadi tamparan keras, dan pemilihan pelatih baru akan menentukan arah tim menuju Piala Eropa 2024. Jika Mancini kembali, konsistensi gaya bermain bisa terjaga. Namun, jika memilih Conte atau Pirlo, Italia mungkin akan mengadopsi pendekatan taktis yang berbeda.
Keputusan akhir yang diharapkan pekan depan akan menjadi titik balik bagi sepak bola Italia. Pertanyaan besarnya: akankah FIGC berani mengambil risiko dengan pelatih berlabel mahal seperti Guardiola, atau memilih jalan aman dengan figur yang sudah terbukti seperti Mancini? Jawabannya akan segera terungkap.



