Juventus Gagal Boyong Emiliano Martinez: Aston Villa Tegaskan Kiper Andalan Tak Dijual
Baca dalam 60 detik
- Direktur operasional Aston Villa, Damian Vidagany, secara terbuka menyatakan bahwa Emiliano Martinez adalah elemen kunci yang tidak akan dilepas pada bursa transfer musim panas ini.
- Keputusan Villa memaksa Juventus mengalihkan incaran ke kiper lain seperti Guglielmo Vicario (Tottenham) dan Zion Suzuki (Parma), setelah tawaran awal mereka di bawah โฌ10 juta ditolak.
- Kegagalan transfer ini mengindikasikan bahwa proyek ambisius Villa di bawah Unai Emery lebih diutamakan ketimbang tawaran finansial dari klub Italia.

Juventus harus mengubur ambisi mendatangkan Emiliano Martinez setelah Aston Villa secara tegas menolak negosiasi. Direktur operasional sepak bola Villa, Damian Vidagany, menyatakan bahwa kiper timnas Argentina itu merupakan bagian tak tergantikan dalam skema klub Premier League tersebut.
โEmiliano adalah pemain yang sangat penting bagi kami. Semua spekulasi kepergiannya hanyalah rumor. Masa depannya sudah jelas: dia bertahan, dan kami tidak berniat melepasnya musim panas ini,โ ujar Vidagany kepada 365Scores, Selasa (10/6). Pernyataan ini sekaligus memupus harapan Juventus yang menjadikan Martinez sebagai target utama untuk posisi penjaga gawang.
Keputusan Villa bukan tanpa alasan. Martinez, 31 tahun, telah menjadi pilar di bawah mistar sejak bergabung pada 2020. Kontribusinya membawa Villa lolos ke Liga Champions musim depan, menjadikannya aset yang sulit dicari penggantinya. Vidagany menambahkan, โTim membutuhkan pengalaman dan usahanya. Dia adalah elemen kunci dalam proyek kami untuk musim depan.โ
Bagi Juventus, kegagalan ini memaksa perubahan strategi. Klub asal Turin itu bersiap melepas Michele Di Gregorio dan kemungkinan Mattia Perin, sehingga kebutuhan kiper baru mendesak. Namun, dengan harga pasar yang terus meroket, tawaran maksimal โฌ10 juta dinilai terlalu rendah untuk pemain sekelas Martinez. Langkah selanjutnya, Bianconeri dikabarkan akan mengincar Vicario yang kurang menonjol di Tottenham, atau Suzuki yang masih mentah di Serie B.
Dari sudut pandang Indonesia, dinamika transfer ini menarik diamati. Martinez adalah salah satu kiper terbaik yang pernah berlaga di Premier League, dan keteguhannya bertahan di Villa menunjukkan bahwa ambisi klub Inggris kini mampu bersaing dengan raksasa Eropa seperti Juventus. Bagi penggemar sepak bola Tanah Air, ini menjadi pelajaran bahwa nilai sebuah pemain tidak hanya diukur dari gengsi klub, tetapi juga dari peran sentralnya dalam proyek jangka panjang.
Analis sepak bola Italia, Matteo Moretto, menilai bahwa Juventus seharusnya lebih realistis. โMartinez adalah kiper level dunia. Villa tidak akan menjualnya dengan harga murah, apalagi setelah mereka lolos ke Liga Champions. Juventus harus mencari opsi lain atau menaikkan anggaran,โ ujarnya. Namun, dengan kondisi keuangan klub yang terbatas, opsi pertama tampaknya lebih mungkin.
Ke depan, apakah Juventus akan berhasil mendatangkan Vicario atau Suzuki? Atau justru akan kembali ke meja negosiasi dengan Villa dengan tawaran yang lebih tinggi? Yang jelas, saga transfer Martinez menunjukkan bahwa di bursa modern, kekuatan finansial tidak selalu menjadi jaminan.



