Onosato Akhirnya Menang di Nagoya, Fujinokawa Kembali Jadi Mimpi Buruk Yokozuna
Baca dalam 60 detik
- Yokozuna Onosato mengakhiri puasa kemenangan sejak Januari dengan mengalahkan Takanosho pada hari ketiga turnamen sumo Nagoya.
- Maegashira Fujinokawa, 21 tahun, mencatat kemenangan keempat beruntun melawan yokozuna setelah menjatuhkan Hoshoryu.
- Ozeki Kirishima dan sekiwake Aonishiki masih tak terkalahkan, sementara Kotozakura terancam degradasi setelah kalah.

Yokozuna Onosato akhirnya meraih kemenangan perdananya di Turnamen Sumo Grand Nagoya setelah memulai dengan dua kekalahan beruntun yang mengejutkan, Selasa (14/7). Ia mendorong keluar maegashira peringkat satu Takanosho di hadapan publik IG Arena.
Pegulat berusia 26 tahun itu sebelumnya absen pada dua turnamen karena cedera bahu kiri. Penampilannya di awal turnamen 15 hari ini jauh dari sosok yang pernah mengoleksi lima Piala Kaisar. Kemenangan atas Takanosho (0-3) menjadi yang pertama sejak hari ke-14 turnamen Januari lalu. Onosato (1-2) bertahan dari serangan awal mantan sekiwake itu, lalu melancarkan serangkaian dorongan kuat hingga lawannya terpental.
Sementara itu, yokozuna lainnya, Hoshoryu (2-1), menjadi korban terbaru Fujinokawa pada hari yang sama. Sehari setelah mengejutkan Onosato, maegashira peringkat satu berusia 21 tahun itu kembali menunjukkan taringnya. Hoshoryu yang lahir di Mongolia tampak mendominasi dengan serangan awal yang kuat, namun gagal menyelesaikan pertarungan. Fujinokawa (2-1) justru berhasil menjatuhkannya di tepi dohyo. "Serangan awalnya tentu keras dan cepat, tapi saya bereaksi dengan baik," ujar Fujinokawa, yang kini menjadi anggota termuda divisi elite makuuchi dan telah memenangkan empat pertarungan beruntun melawan yokozuna.
Di kelas ozeki, Kirishima (3-0) melanjutkan start sempurna dengan mendorong keluar maegashira peringkat dua Gonoyama (0-3). Sementara itu, sekiwake Aonishiki (3-0) memaksa keluar maegashira peringkat tiga Hakunofuji (2-1) untuk mendekati angka 10 kemenangan yang dibutuhkan demi promosi otomatis ke ozeki. Pegulat asal Ukraina ini sebelumnya diturunkan pangkat karena absen pada turnamen Mei akibat cedera pergelangan kaki. Ia berhasil mengalahkan Hakunofuji setelah kedua pegulat berusia 22 tahun itu terlibat pertarungan sengit.
Kabar buruk datang dari ozeki Kotozakura (2-1) yang terancam degradasi. Ia harus meraih delapan kemenangan untuk mempertahankan pangkatnya, namun langkahnya terhambat setelah kalah dari maegashira peringkat dua Churanoumi (1-2) dengan dorongan keluar. Kotozakura, yang memenangkan turnamen eksibisi Paris bulan lalu, tampak kehilangan keseimbangan setelah benturan awal.
Di pertarungan lain, sekiwake Kotoshoho (3-0) memenangkan duel yang dinanti melawan komusubi Yoshinofuji (1-2) setelah pertukaran serangan sengit. Rekan sekiwake, Atamifuji (3-0), juga tak terkalahkan setelah menjatuhkan komusubi Oho (0-3) dengan lemparan overarm.
Dengan persaingan yang semakin ketat, mampukah Onosato bangkit kembali ke puncak performa? Atau justru Fujinokawa yang akan terus menjadi momok bagi para yokozuna?



