Trump Raup Rp22 Triliun dari Kripto, Tapi Uangnya Dialihkan ke Saham dan Obligasi
Baca dalam 60 detik
- Presiden AS Donald Trump meraup lebih dari US$1,4 miliar dari proyek kripto keluarganya pada 2025, namun sebagian besar dana itu dialihkan ke portofolio saham dan obligasi.
- Portofolio saham dan obligasi Trump meningkat setidaknya empat kali lipat dalam dua tahun terakhir, dari maksimal US$608 juta menjadi US$2,6 miliar.
- Para analis menilai langkah ini menunjukkan Trump tidak sepenuhnya percaya pada kripto sebagai penyimpan kekayaan jangka panjang, kontras dengan retorika publiknya.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperoleh pendapatan lebih dari US$1,4 miliar atau setara Rp22 triliun dari proyek kripto yang ia dan kedua putranya promosikan pada 2025. Namun, alih-alih menahan dana tersebut dalam aset digital, manajer investasinya justru memindahkan sebagian besar ke instrumen keuangan konvensional seperti saham dan obligasi. Temuan ini terungkap dalam laporan keuangan terbaru yang diajukan ke Kantor Etika Pemerintah AS.
Berdasarkan analisis Reuters terhadap portofolio Trump dalam dua tahun terakhir, nilai kepemilikan saham dan obligasinya melonjak setidaknya empat kali lipat. Pada akhir 2024, Trump tercatat memiliki aset tradisional senilai US$225 juta hingga US$608 juta. Angka itu melesat menjadi US$703 juta hingga US$2,6 miliar pada akhir 2025. Lonjakan ini terjadi bertepatan dengan derasnya aliran dana dari proyek kripto seperti World Liberty Financial dan Trump meme coin.
Meski Trump masih menyimpan sebagian aset kripto, sembilan pakar aset digital yang meninjau data tersebut menilai laporan keuangan sang presiden menggambarkan sikap pribadi yang tidak sepenuhnya percaya pada kripto sebagai penyimpan kekayaan utama. โMeskipun Presiden berbicara tentang aset digital sebagai garda depan keuangan dan menjadikan AS sebagai ibu kota kripto dunia, formulir pengungkapan ini justru menunjukkan strategi pribadinya adalah meraup untung cepat dari kripto, lalu menginvestasikan keuntungannya di aset tradisional,โ ujar Timothy Massad, direktur Digital Assets Policy Project di Harvard Kennedy School.
Laporan Reuters sebelumnya mengungkapkan bahwa investor ritel di empat proyek kripto utama yang didukung Trump telah kehilangan US$2,3 miliar hingga April 2025. Sementara itu, Trump sendiri tercatat masih memegang 15,75 miliar token tata kelola World Liberty Financial senilai lebih dari US$50 juta. Token tersebut diperoleh sebagai imbalan atas keterlibatannya di perusahaan. Sebagai salah satu pendiri, ia terikat jadwal vesting yang lebih panjang dibandingkan publik.
Perusahaan-perusahaan Trump yang mengelola kepentingannya di World Liberty Financial dan Trump meme coin juga tercatat memiliki setidaknya US$160 juta dalam bentuk bitcoin dan ether pada akhir 2025, naik signifikan dari US$1โ5 juta dalam ether pada akhir 2024. Juru bicara Trump Organization menyatakan bahwa laporan keuangan tersebut menunjukkan posisi keuangan yang kuat, didukung aset kelas dunia, likuiditas substansial, dan neraca yang konservatif. Namun, ia tidak mengomentari alasan di balik pengalihan dana kripto ke aset tradisional.
Gedung Putih dalam pernyataannya menegaskan bahwa aset presiden dikelola dalam โrekening diskresioner penuh oleh lembaga keuangan pihak ketiga yang independen.โ Sementara itu, juru bicara World Liberty, David Wachsman, menyatakan keyakinannya bahwa masa depan layanan keuangan akan dibangun dengan teknologi aset digital.
Kontras antara retorika publik Trump yang gencar mempromosikan kripto dengan strategi investasi pribadinya yang konservatif menimbulkan pertanyaan serius. Di Indonesia, di mana adopsi kripto terus tumbuh namun regulasi masih belum sepenuhnya matang, kasus ini menjadi pengingat bahwa bahkan tokoh paling vokal sekalipun bisa bersikap skeptis terhadap aset digital ketika menyangkut uang mereka sendiri. Apakah investor ritel di Tanah Air akan lebih berhati-hati setelah melihat contoh ini?



