Duel Tanpa Cela: Prancis vs Spanyol Berebut Tiket Final Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Prancis dan Spanyol sama-sama belum pernah tertinggal satu gol pun sepanjang turnamen, menjadikan semifinal ini bentrok dua tim dengan rekor pertahanan sempurna.
- Kylian Mbappe (8 gol) dan Lamine Yamal (remaja 19 tahun) menjadi pusat perhatian, dengan Mbappe mendekati rekor gol sepanjang masa Piala Dunia milik Messi.
- Pertemuan ini hanya terjadi sekali sebelumnya di Piala Dunia (2006), dan pemenangnya berpeluang menjadi tim ketiga yang mencapai tiga final beruntun.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia, dua tim yang belum pernah tertinggal satu gol pun sepanjang turnamen akan saling berhadapan di babak semifinal. Prancis dan Spanyol, dua raksasa Eropa dengan rekor sempurna di lini belakang, bertemu di AT&T Stadium, Arlington, Texas, Selasa (14/7) waktu setempat, dalam laga yang diprediksi menjadi ujian sesungguhnya bagi ambisi masing-masing meraih gelar juara dunia.
Prancis, yang mengawali turnamen sebagai tim peringkat satu FIFA, telah mencetak 14 gol dan hanya kebobolan dua. Kylian Mbappe, peraih Sepatu Emas 2022, kembali menjadi mesin gol dengan delapan koleksi—menyamai catatan Lionel Messi di turnamen ini dan hanya terpaut satu gol dari rekor sepanjang masa sang kapten Argentina (21 gol). Gelandang Prancis Adrien Rabiot menegaskan timnya tetap rendah hati meski tampil dominan. “Kami fokus dan percaya diri, tapi selalu dengan kerendahan hati yang menjadi ciri kami sejak awal,” ujarnya.
Di kubu lawan, Spanyol juga tampil perkasa dengan hanya kebobolan satu gol sejak babak grup, berkat rekor kiper Unai Simon yang tidak kebobolan selama 650 menit—rekor Piala Dunia. La Roja mengandalkan remaja Lamine Yamal yang baru berusia 19 tahun pada Senin (13/7) dan pemain pengganti Mikel Merino yang dua kali menjadi pahlawan kemenangan di menit akhir. Yamal, yang sudah dua kali mengalahkan Prancis di semifinal Euro 2024 dan Nations League, percaya diri: “Menurut saya, kalau Prancis harus takut pada siapa pun, itu seharusnya kami. Kami yang sudah menyingkirkan mereka sebelumnya.”
Pertemuan ini hanya terjadi sekali sebelumnya di Piala Dunia, yaitu pada babak 16 besar 2006 di Jerman, saat Prancis menang 3-1. Sejak itu, kedua tim sama-sama pernah mengangkat trofi: Spanyol pada 2010 dan Prancis pada 2018. Kini, Prancis berpeluang menjadi tim ketiga setelah Brasil (1994-2002) dan Jerman (1982-1990) yang mencapai tiga final Piala Dunia beruntun. Laga ini juga bertepatan dengan Hari Bastille, hari nasional Prancis, yang bisa menjadi motivasi tambahan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga ini menyajikan tontonan kelas dunia yang langka. Dua tim dengan filosofi berbeda—Prancis yang mengandalkan kecepatan dan transisi cepat ala Mbappe, melawan Spanyol yang gemar menguasai bola dan menekan tinggi—akan beradu strategi. Kemenangan di laga ini akan mempertemukan pemenang dengan Argentina atau Inggris di final, yang akan digelar Minggu (19/7) di MetLife Stadium, New Jersey.
Pertanyaannya: mampukah Spanyol mematahkan rekor tak terkalahkan Prancis, atau justru Les Bleus yang akan menunjukkan bahwa pengalaman final beruntun lebih berharga dari sekadar statistik tak terkalahkan?



