Karier McGregor di Ujung Tanduk: Cedera Lutut Kambuh, Operasi Jadi Pilihan
Baca dalam 60 detik
- Conor McGregor mengalami cedera lutut 69 detik setelah laga kembali ke oktagon, memaksanya menjalani operasi.
- Rentetan cedera dan masalah hukum telah menghambat karier petarung Irlandia itu sejak 2021.
- McGregor masih berharap bisa menjalani pertarungan terakhir dalam kontraknya setelah pulih.

Conor McGregor, petarung UFC yang kembali bertarung setelah hampir dua tahun absen, harus kembali ke meja operasi setelah cedera lutut mengakhiri laga kontra Max Holloway hanya dalam 69 detik, Minggu (13/7) waktu setempat. Petarung asal Irlandia itu mengonfirmasi akan menjalani operasi dan masih berharap bisa kembali ke oktagon untuk pertarungan terakhir dalam kontraknya.
Cedera terjadi saat McGregor mencoba tendangan lompat di awal ronde pertama. Ia mendarat dengan posisi kaki kiri yang tidak sempurna, langsung terlihat kesakitan dan memberi isyarat kepada wasit untuk menghentikan pertarungan. Holloway dinyatakan menang TKO, menambah panjang daftar kegagalan McGregor dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam unggahan di Instagram, McGregor menulis, "Semua hal bekerja untuk kebaikanku! Semua hal mungkin bagiku karena aku percaya! Operasi. Pramusim. Kembali ke latihan bela diri. Maju lagi. Pertarungan terakhir kontrak. Tolong Tuhan!"
Karier McGregor yang sempat bersinar sebagai juara dua divisi UFC kini terus diterpa badai. Sejak patah kaki dalam laga melawan Dustin Poirier pada 2021, ia hanya tampil sekaliโkalah dari Michael Chandler pada Juni 2024 setelah pertarungan semula dijadwalkan lebih awal namun batal karena McGregor mengalami patah jari kaki saat latihan.
Di luar oktagon, masalah hukum juga membayangi. Pada 2024, pengadilan sipil Irlandia memutuskan McGregor bersalah atas pemerkosaan terhadap Nikita Hand pada 2018. Kemudian pada Oktober 2025, ia menerima sanksi larangan bertanding 18 bulan karena tiga kali gagal memberikan sampel biologis kepada badan anti-doping. Sanksi itu telah berakhir pada Maret 2026.
Bagi penggemar UFC di Indonesia, nasib McGregor menjadi pengingat betapa rentannya karier atlet elite terhadap cedera dan masalah di luar arena. Meski popularitasnya masih tinggi, catatan medis dan hukum yang buruk membuat masa depannya tidak pasti. Promotor UFC pun kemungkinan akan berpikir ulang untuk kembali memasarkannya sebagai bintang utama.
McGregor kini berusia 37 tahunโusia yang tidak muda lagi untuk seorang petarung MMA. Operasi lutut dan pemulihan pasca operasi bisa memakan waktu berbulan-bulan. Jika ia benar-benar kembali, itu akan menjadi pertarungan terakhir dalam kontraknya. Pertanyaannya, akankah UFC masih memberinya kesempatan, atau akankah ini menjadi akhir dari salah satu petarung paling kontroversial dalam sejarah olahraga ini?



