Joe Dean, Eks Kurir Supermarket, Rebut Tiket Terakhir The Open: Kini Berburu Kamar Hotel
Baca dalam 60 detik
- Joe Dean, peringkat 268 dunia, memenangi kualifikasi terakhir The Open 2024 dengan skor 68 pukulan, mengamankan satu tempat di turnamen golf bergengsi.
- Kemenangan ini menjadi puncak kebangkitan karier Dean setelah sempat bekerja sebagai pengantar barang untuk membiayai golfnya.
- Dean kini menghadapi masalah akomodasi di Southport yang penuh pesanan, sementara ia juga harus bersiap menikahi caddie-nya pekan depan.

Joe Dean, pemain golf Inggris peringkat 268 dunia, memastikan satu tempat terakhir di The Open Championship ke-154 setelah memenangi babak kualifikasi pamungkas di Royal Birkdale, Senin (13/7). Namun, kebahagiaannya belum lengkap: ia harus berburu kamar hotel di tengah hiruk-pikuk turnamen.
Dean, yang sebelumnya bekerja sebagai pengantar barang untuk supermarket Morrisons demi membiayai karier golfnya, mencatat skor dua-under-par 68 pada ajang yang digelar untuk pertama kalinya. Kemenangan ini menjadi tiket emas menuju turnamen major tertua di dunia yang akan digelar mulai Kamis di lapangan yang sama.
Namun, euforia itu langsung dihadapkan pada kenyataan pahit: hampir seluruh hotel di Southport, kota tempat Royal Birkdale berada, sudah penuh dipesan. โKami beruntung mendapat kamar tadi malam, tapi tempat lain sudah habis,โ ujar Dean kepada BBC, sambil bercanda mungkin ia harus mendirikan tenda di dekat putting green atau tidur di mobil.
Kisah Dean menjadi sorotan karena perjalanan kariernya yang naik-turun. Ia menjadi profesional pada 2016 dan lolos cut pada debutnya di The Open 2017 di Birkdale. Namun, setelah itu peringkatnya merosot drastis, memaksanya bekerja sebagai kurir untuk tetap bertahan di dunia golf. Titik balik terjadi pada 2024 ketika ia menjadi runner-up di Kenya Open, yang menghidupkan kembali kariernya di DP World Tour.
Bagi Dean, pekan ini akan menjadi salah satu yang paling sibuk dalam hidupnya. Selain berlaga di The Open, ia juga akan menikahi caddie-nya, Emily, pada Selasa pekan depan. โSeminggu libur akan membuat pernikahan lebih mudah, tapi The Open adalah alasan yang bagus untuk meriah,โ katanya.
Kisah Dean mengingatkan pada perjuangan atlet dari kalangan biasa yang berhasil menembus panggung dunia. Di Indonesia, fenomena serupa jarang terjadi di golf, namun semangat pantang menyerah Dean bisa menjadi inspirasi bagi pegolf Tanah Air yang berjuang dari bawah. Turnamen The Open sendiri selalu menyedot perhatian penggemar golf di Indonesia, meski tidak ada wakil dari Asia Tenggara tahun ini.
Dengan segala tantangan logistik dan persiapan pernikahan, Dean tetap optimistis. Ia berharap penampilannya di Birkdale bisa menjadi kejutan, seperti perjalanan kariernya yang penuh liku. Akankah ia mampu mengulang sukses seperti pegolf kualifikasi lain yang tampil gemilang di major? Publik golf dunia menanti.



