Pogacar Desak Kalender Balap Diubah: Suhu Ekstrem Ancam Keselamatan Pembalap
Baca dalam 60 detik
- Pembalap Tadej Pogacar meminta perubahan kalender balap sepeda untuk menghindari suhu ekstrem di Juli-Agustus.
- Tahap kesembilan Tour de France diperpendek 30 km akibat peringatan panas merah, memicu diskusi tentang adaptasi jadwal.
- Cuaca ekstrem tahun ini memicu kekhawatiran akan dampak perubahan iklim terhadap olahraga luar ruangan global.

Pembalap asal Slovenia, Tadej Pogacar, yang memimpin klasemen Tour de France 2026, mendesak perubahan mendasar pada kalender balap sepeda dunia menyusul gelombang panas yang mengancam keselamatan peserta. Dalam pernyataannya usai etape kesembilan yang diperpendek akibat suhu ekstrem, Pogacar menegaskan bahwa balapan di bulan Juli dan Agustus di kawasan panas sudah tidak lagi layak.
Etape kesembilan dari Malemort ke Ussel pada Minggu (12/7) harus dipotong sejauh 30 kilometer setelah otoritas setempat mengeluarkan peringatan bahaya panas tingkat merah. Pogacar, yang mempertahankan jersey kuning setelah finis di posisi ketiga di belakang Mathieu van der Poel, menilai langkah tersebut belum cukup. โJika saya punya kekuasaan, saya akan mengubah seluruh kalender dan tidak balapan di Juli dan Agustus di tempat panas,โ ujarnya. โSaya akan membuat kalender yang benar-benar berbeda, tapi itu bukan sesuatu yang bisa saya lakukan.โ
Pembalap berusia 27 tahun itu juga mengkritik usulan memajukan waktu start menjadi pukul 10 pagi. Menurutnya, hal itu tidak menyelesaikan masalah karena finis tetap berada di tengah terik. โAnda harus mulai pukul delapan atau sembilan, atau bahkan lebih awal. Memang agak merepotkan, tapi tubuh bisa beradaptasi bangun jam lima pagi dan memulai etape jam delapan,โ tegasnya.
Kondisi ekstrem juga dirasakan pembalap lain. Tom Pidcock asal Inggris yang finis ketiga pada etape tersebut menggambarkan situasi seperti โmembuka ovenโ. โBersepeda menuju titik start... seperti membuka oven dan Anda melihat ke dalam, panasnya langsung menerpa wajah,โ katanya. Sebelumnya, penyelenggara Tour bahkan meminta penggemar tidak menghadiri etape ketiga karena kebakaran hutan di barat daya Prancis.
Fenomena cuaca ekstrem yang melanda Eropa tahun ini memicu perdebatan lebih luas tentang dampak perubahan iklim terhadap olahraga luar ruangan. Di Indonesia, meski tidak ada ajang sebesar Tour de France, gelombang panas dan polusi udara kerap memengaruhi jadwal even olahraga seperti Tour de Singkarak atau event lari maraton. Pengamat olahraga dari Universitas Indonesia, Andi Kurniawan, menilai bahwa adaptasi jadwal menjadi keniscayaan. โKalau suhu terus naik, penyelenggara harus berani menggeser waktu atau bahkan musim penyelenggaraan. Ini soal keselamatan atlet,โ ujarnya.
Tour de France memiliki hari istirahat pada Senin (13/7) sebelum etape kesepuluh pada Selasa (14/7) sepanjang 166 km dari Aurillac ke Le Lioran dengan tanjakan total 3.800 meter. Wilayah Cantal yang akan dilintasi telah dikeluarkan peringatan panas oranye. Pertanyaan besarnya, apakah perubahan kalender yang diusulkan Pogacar akan didengar oleh Union Cycliste Internationale (UCI) atau justru dianggap terlalu radikal? Yang jelas, suhu bumi yang terus memanas memaksa olahraga tradisional seperti balap sepeda untuk beradaptasi atau menghadapi risiko yang lebih besar.



