Komentar Pedas Penonton dan Judi Online: Ancaman Baru bagi Pegolf Profesional
Baca dalam 60 detik
- Matt Fitzpatrick mengungkapkan bahwa hampir setiap pegolf profesional pernah menerima pesan kasar dari penonton yang terkait dengan taruhan olahraga.
- Fenomena ini semakin marak seiring mudahnya memengaruhi hasil pertandingan melalui gangguan saat pukulan, seperti teriakan di backswing.
- R&A menerapkan kode etik baru untuk The Open 2024 di Royal Birkdale demi menjaga tradisi dan mengatasi perilaku buruk penonton.

Taruhan olahraga yang kian meluas di kalangan penggemar golf kini menjadi pemicu utama kekerasan verbal terhadap para pemain. Matt Fitzpatrick, juara US Open 2022, mengungkapkan bahwa hampir setiap pegolf profesional pernah menerima pesan bernada kasar dari orang yang terkait dengan aktivitas perjudian. Fenomena ini, menurutnya, sudah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan dan berpotensi mengancam integritas pertandingan.
Fitzpatrick mencontohkan pengalamannya saat tampil di Ryder Cup 2023 di Bethpage Black, New York, di mana ia menjadi sasaran ejekan dari pendukung tuan rumah yang agresif. Tak hanya itu, pada turnamen Players Championship Maret lalu, ia kembali mendapat cemoohan dari penonton yang memihak lawannya. โCukup ketik nama pemain yang sedang tidak bermain baik di media sosial, Anda akan langsung melihat rentetan hinaan yang terkait dengan taruhan,โ ujarnya kepada BBC Sport.
Yang lebih meresahkan, Fitzpatrick menilai golf sangat rentan terhadap manipulasi hasil taruhan. Seorang penonton bisa dengan mudah mengganggu konsentrasi pemain dengan berteriak saat ayunan atau pukulan putt. โIni sangat mudah dilakukan, dan sulit diawasi. Tapi ini jelas masalah serius,โ tegasnya. Pernyataan itu muncul menjelang The Open Championship ke-154 yang digelar di Royal Birkdale, Inggris, pekan ini.
Kekhawatiran serupa juga disuarakan oleh pegolf tuan rumah, Tommy Fleetwood. Meski mengakui atmosfer penonton adalah bagian tak terpisahkan dari golf, ia menekankan perlunya keseimbangan antara antusiasme dan rasa hormat. โSaya pernah merasakan dukungan, tapi juga pernah menjadi sasaran. Justru saat melawan penonton itulah saya mendapat motivasi ekstra,โ katanya. Namun, ia mengakui bahwa mengatur perilaku puluhan ribu orang bukanlah perkara mudah.
Langkah konkret telah diambil oleh R&A, badan pengelola The Open. Mereka menerbitkan 'The Open Commitment' yang mengajak setiap penonton untuk menjaga tradisi olahraga ini. Di area lapangan, akan dipasang papan imbauan yang menekankan empat nilai: menghormati pemain, menghormati lapangan, saling menghormati, serta menikmati pertandingan secara bertanggung jawab. Pelanggaran serius atau berulang akan berujung pada pengusiran tanpa kompensasi.
Kebijakan ini muncul setelah insiden di US Open 2023 di Los Angeles Country Club, di mana penonton berperilaku buruk terhadap sang juara, Wyndham Clark. Sebelumnya, Ryder Cup 2023 juga diwarnai aksi pendukung AS yang dianggap berlebihan. Dengan rekor jumlah penonton tahun ini, R&A tampaknya bertekad mencegah terulangnya adegan-adegan tersebut.
Bagi Indonesia, fenomena ini menjadi pengingat akan dampak negatif perjudian olahraga yang mulai merambah berbagai cabang. Meski golf belum sepopuler sepak bola atau bulu tangkis di Tanah Air, maraknya taruhan online tetap perlu diwaspadai. Regulasi yang ketat dan edukasi kepada penonton menjadi kunci agar atmosfer pertandingan tetap kondusif, tanpa mengorbankan semangat kompetisi.
Ke depan, tantangan bagi R&A dan penyelenggara turnamen lainnya adalah bagaimana menegakkan aturan tanpa menghilangkan kegembiraan penonton. Apakah kode etik cukup efektif, atau diperlukan pengawasan lebih ketat seperti larangan membawa ponsel di area tertentu? Hanya waktu yang akan menjawab, namun langkah awal ini setidaknya menunjukkan keseriusan dalam menjaga martabat olahraga golf.



