Penggali Kubur Temukan Mahkota Emas 2,4 Kg di Cirebon, Nilainya Kini Rp6,48 Miliar
Baca dalam 60 detik
- Seorang penggali kubur di Cirebon menemukan dua mahkota emas 24 karat seberat total 2,4 kilogram saat menggali liang lahat pada 1989.
- Temuan itu membuat kompleks pemakaman ditutup karena diduga masih menyimpan harta karun lain, namun asal-usul mahkota misterius itu tak pernah terungkap.
- Jika dinilai dengan harga emas saat ini, mahkota tersebut bernilai sekitar Rp6,48 miliar, naik drastis dari nilai Rp24 juta pada era 1989.

Seorang penggali kubur di Cirebon, Jawa Barat, mendadak menjadi perbincangan setelah menemukan dua mahkota emas murni seberat 2,4 kilogram saat menggali liang lahat pada 8 November 1989. Temuan yang terjadi di Pemakaman Gerbang Ilir itu tidak hanya mengubah nasib sang penggali, tetapi juga menyisakan misteri sejarah yang hingga kini belum terpecahkan.
Abas, penggali kubur yang menemukan harta karun tersebut, bersama sembilan rekannya tengah menyiapkan makam untuk jenazah bernama Sabur. Saat cangkulnya menyentuh benda keras, ia mengira itu batu kapur biasa. Namun, setelah digali lebih dalam, muncul puluhan logam bundar dan memanjang, hingga akhirnya dua mahkota emas berkilauan tersibak dari tanah. "Awalnya seperti batu kapur," kenang Abas kepada Suara Karya kala itu.
Menurut pemberitaan harian Merdeka, kedua mahkota itu memiliki kadar 24 karat dengan berat masing-masing 1,2 kilogram. Pada zamannya, harga emas hanya Rp10.000 per gram, sehingga total nilai mahkota mencapai Rp24 juta โ angka yang sangat besar jika dibandingkan dengan harga bensin yang hanya Rp150 per liter. Kini, dengan harga emas sekitar Rp2,7 juta per gram, nilai kedua mahkota tersebut melonjak menjadi Rp6,48 miliar.
Setelah penemuan itu, Abas dan rekan-rekannya menyerahkan seluruh benda temuan kepada kepolisian. Tidak diketahui apakah mereka mendapat imbalan. Namun, dampak paling nyata adalah penutupan total kompleks pemakaman Gerbang Ilir oleh pihak berwenang. Lokasi itu diduga masih menyimpan harta karun lain, sehingga tak lagi digunakan untuk pemakaman umum hingga sekarang.
Misteri terbesar justru terletak pada asal-usul mahkota tersebut. Tidak ada prasasti, tulisan, atau simbol sejarah yang dapat menjelaskan pemilik atau era pembuatannya. Satu-satunya ornamen yang terlihat adalah ukiran berbentuk silang pada permukaan mahkota. Para ahli sejarah pun belum berhasil mengidentifikasi apakah benda itu peninggalan kerajaan lokal, era kolonial, atau bahkan periode yang lebih tua. Bagi pembaca Indonesia, temuan ini mengingatkan bahwa potensi arkeologis di Nusantara masih menyimpan banyak teka-teki, dan kadang muncul dari tempat yang paling tak terduga โ seperti liang lahat di pemakaman desa.
Ke depan, pertanyaan yang menggantung adalah apakah pihak berwenang atau akademisi akan melakukan penelitian lebih lanjut di lokasi tersebut. Atau, akankah mahkota emas Cirebon ini tetap menjadi catatan kaki dalam sejarah, tanpa pernah diketahui siapa pemiliknya dan bagaimana ia bisa terkubur di antara kuburan?



