15 Turis India Tewas dalam Kecelakaan Speedboat di Vietnam, Kapten Jadi Tersangka
Baca dalam 60 detik
- Sebanyak 15 wisatawan India meninggal setelah speedboat yang mereka tumpangi terbalik di lepas pantai Phu Quoc, Vietnam.
- Kapten kapal, Nguyen Hong Hai, telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pelanggaran keselamatan pelayaran.
- Korban berasal dari tiga negara bagian India, sementara satu korban luka masih dirawat intensif di rumah sakit Vietnam.

Sebanyak 15 jenazah wisatawan India yang tewas dalam kecelakaan speedboat di perairan selatan Vietnam telah diterbangkan pulang ke India, Minggu malam. Kecelakaan yang terjadi pada Sabtu sore itu menewaskan 15 orang dan melukai belasan lainnya, menjadikannya salah satu tragedi wisata laut terburuk di kawasan Phu Quoc dalam beberapa tahun terakhir.
Speedboat nahas tersebut mengangkut 32 wisatawan India dan empat awak Vietnam saat terbalik tak lama setelah meninggalkan Pulau Hon May Rut Ngoai, dekat Phu Quocโpulau terbesar Vietnam yang menjadi destinasi favorit turis asing. Otoritas setempat menyebutkan bahwa kapal oleng dalam kondisi cuaca yang disebutkan masih bersahabat, sehingga dugaan awal mengarah pada faktor teknis atau kelalaian awak.
Kapten kapal, Nguyen Hong Hai, 57 tahun, kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh kepolisian Vietnam. Media pemerintah Vietnam melaporkan bahwa ia dijerat dengan pasal pelanggaran peraturan keselamatan angkutan perairan, yang ancaman hukumannya bisa mencapai belasan tahun penjara.
Rombongan tersebut merupakan peserta perjalanan perusahaan yang diselenggarakan oleh Lava International, sebuah perusahaan manufaktur ponsel pintar dan elektronik konsumen asal India. Perusahaan tersebut mengonfirmasi bahwa para korban adalah karyawan, distributor, dan mitra ritel mereka yang tengah mengikuti program insentif liburan. Tragedi ini sontak menjadi sorotan di India, mengingat banyaknya perusahaan yang kerap mengadakan perjalanan serupa ke luar negeri.
Kedutaan Besar India di Hanoi menyatakan bahwa penerbangan yang membawa jenazah dari Kota Ho Chi Minh telah tiba di Mumbai pada Minggu malam. Pemerintah negara bagian Tamil Nadu, Andhra Pradesh, dan Kerala diminta untuk mengoordinasikan proses pemulangan jenazah ke daerah masing-masing. Sementara itu, 16 korban selamat yang dirawat di rumah sakit setempat telah dinyatakan cukup stabil untuk dipulangkan, namun satu orang masih berada dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan Vietnam.
Kecelakaan speedboat di Phu Quoc bukanlah yang pertama kali terjadi. Kawasan wisata bahari Vietnam memang dikenal memiliki lalu lintas kapal cepat yang padat, namun pengawasan keselamatan kerap dipertanyakan. Insiden ini kembali membuka diskusi mengenai standar keselamatan kapal wisata di Asia Tenggara, terutama bagi operator yang melayani turis asing. Bagi Indonesia, yang juga memiliki banyak destinasi wisata bahari seperti Bali, Lombok, dan Raja Ampat, tragedi ini menjadi pengingat pentingnya audit keselamatan angkutan laut secara berkala. Otoritas pelabuhan dan dinas pariwisata daerah di Indonesia diharapkan dapat memperketat inspeksi terhadap kapal-kapal wisata guna mencegah insiden serupa.
Ke depannya, investigasi terhadap kapten kapal dan operator tur akan menjadi kunci untuk mengungkap apakah ada kelalaian sistematis dalam penyelenggaraan perjalanan ini. Publik India dan Vietnam pun menanti transparansi proses hukum, sembari berduka atas 15 nyawa yang melayang di perairan yang seharusnya menjadi tempat rekreasi.



